Langsung ke konten utama

Postingan

Highlighted

Buya Syafi'i : Umat Islam Terlalu Sibuk dengan Urusan Domestik

Siapa yang tak kenal Buya Syafi'i Ma'arif? Tentu sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia
akan namanya. Tokoh Muhammadiyah yang termasyhur dengan pemikiran tajam nan kritisnya ini selalu menjadi figur positif bagi masyarakat khususnya warga Muhammadiyah. Dalam kesempatan rentetan acara hari ke 3 pembekalan kader untuk para awardee beasiswa MSPP di kaliurang Yogyakarta (06/02), Buya Syafi'i berkesempatan untuk hadir dan berdialog dengan para awardee terkait permasalahan tantangan muslim Indonesia saat ini.



Merupakan kesempatan emas bagi para awardee untuk bisa bertatap muka secara langsung dengan salah satu tokoh yang diidolakan. Pasalnya, tak sedikit dari para awardee yang menjadikan Buya Syafi'i sebagai role model  yang mampu menginspirasi mereka. Antusiasme para awardee sangat terlihat ketika pandangan terus tertuju pada Buya kemudian dilanjut dengan banyaknya acungan tangan peserta guna menyampaikan gagasan serta pertanyaan pada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah te…
Postingan terbaru

Ketua Umum PP Muhammadiyah Berikan Arahan dalam Pembukaan MSPP Sekaligus Memberikan Himbauan Khusus untuk Kader IMM

Serangkaian acara pembukaan Pelatihan Kader atau Darul Arqam untuk para awardee
beasiswa MSPP dilengkapi dan dimeriahkan oleh keynote speaker yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang bertempat di Pusbang Muhammadiyah Jalan Kaliurang Yogyakarta pagi tadi. Kedatangan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mendapat sambutan hangat dari para awardee dan merupakan kesempatan emas untuk dapat bertatap muka bersama Haedar.

Haedar menekankan bahwa tingkat persaingan di luar semakin tinggi sehingga perlu bagi kader Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitasnya. "Diharapkan kader-kader Muhammadiyah memiliki integritas", tambahnya. Selain itu kader Muhammadiyah juga diharapkan mampu untuk menempa diri dan siap bersosialisasi dengan siapapun. Penekanan juga diungkapkan dalam hal pemikiran berkemajuan Muhammadiyah yang harus ada dalam diri tiap kader.

Himbauan untuk para awardee berlanjut mengenai poin-poin dalam menuntut ilmu seperti kesungguhan, kejujuran, birrul walidain, berkawan d…

Darul Arqam Beasiswa MSPP Batch 2 Dibuka, Haedar Nashir Turut Hadir Menyukseskan

Pagi ini pusbang Muhammadiyah Jogjakarta diramaikan dengan pembukaan acara
pembekalan kader atau Darul Arqom untuk para awardee beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch 2. Acara yang dimulai pukul 10.00 tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Chairil Anwar, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader Ari Anshori dan juga Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Muhammadi Da'i.

Melalui sambutan-sambutannya, selalu disampaikan baik dari majelis diktilitbang, majelis pendidikan kader maupun rektor UMS bahwa peserta atau awardee beasiswa MSPP batch 2 ini merupakan bakal penerus Muhammadiyah di masa depan sehingga perlu meningkatkan kualitas dan ketaqwaan demi Muhammadiyah ke depan.

Acara dibuka secara resmi oleh chairil anwar selaku majelis diktilitbang dengan disusul tepuk tangan meriah seluruh hadirin yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis ID Peserta dan kaos MSPP kepada awardee sebagai bentuk peresmian awardee sebagai peserta …

Update di Medsos Pakai Cuplikan Film di Bioskop? Boleh?

Film Dilan 1990 yang sedang tayang di bioskop berhasil meluluhkan hati para penontonnya, pun juga
yang belum nonton pasti dapet spoiler dikit-dikit lah ya dari yang udah nonton. Tak sedikit yang terpukau dengan keromantisan kisah Dilan dan Milea, pun juga sisi pribadinya sehingga banyak yang terinspirasi, atau mulai muncul bumbu-bumbu galau dalam kehidupannya.

Eits, di tulisan ini aku bukan nge-review Film Dilan 1990 loh, tapi membahas salah satu perilaku para penonton Film fenomenal yang didutradarai oleh Fajar Bustomi dan Ayah Pidi Baiq. Mereka baik yang belum maupun sudah menonton pasti pernah update media sosial mereka baik instastory, posting instagram, story di facebook, story di whatsapp dan banyak media soaial lain. Uniknya, banyak cara untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka di medsos dan menggunakan film Dilan sebagai representasi atau juga media pembenar juga pelegitimasi pemikiran serta perasaan mereka. Pasalnya, ada cara yang kurang lazim bagiku.
Cara yang kuran…

Daripada Nyesel, Mending Belajar Bahasa Inggris dari Sekarang!

Aku dulu terlalu meremehkan bahasa inggris sampai-sampai tiap pelajaran bahasa inggris di pondok, aku suka acuh tak acuh. Aku merasa bahwa bahasa Inggris tidak terlalu penting bagiku karena waktu itu yang aku pikirkan adalah sebagai orang Indonesia aku harus menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Meskipun waktu sekolah dasar aku selalu mendapat nilai tertinggi untuk pelajaran bahasa Inggris. Dan entah bagaimana ceritanya ketika mondol aku menjadi orang yang bisa dibilang nasionalis lah ya.

Ternyata Seiring berjalannya waktu, ketika pengambilan aku ditugaskan untuk mengajar bahasa Inggris di kelas pelajaran sore. Entah mengapa ketika mengajar aku jadi bersemangat untuk meningkatkan bahasa Inggris ke. Yah walaupun hanya dengan model yang sangat sedikit Akhirnya aku bisa paling tidak menghantarkan murid-muridku kepada prestasi yang lumayanlah untuk sekelas bahasa Inggris.

Hari berganti hari ketika aku sudah memulai masa masa perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Malang, keinginanku belaja…

Kuliah di Luar Negeri, Why Not?

Mimpi kali yee bisa kuliah di luar negeri. Itu udah jadi impianku dari dulu sih, tapi baru dirintis usahanya pasca lulus kuliah. Sungguh usaha yang mirip-mirip pahlawan kesiangan. Hehe. Gimana nggak, kuliah di luar negeri yang persiapannya super kuat dan banyak itu malah baru disiapin nggak nyampe setahun yang lalu. Harusnya kan udah dirancang semenjak kuliah semester 5 lah paling nggak. Memang telat banget aku buat ngurus sekolah S2 luar negeri. Wajar kalau banyak temen-temenku yang bilang, aku ini nggak ada bau-bau untuk siap kuliah di luar negeri, ada juga yang bilang mending kalau nggak niat nggak usah aja. Memang bener sih yang mereka omongin ke aku. Dan sempet bikin aku down juga 😂. Tapi, buat apa usaha selama ini kalo down dan nyerah. Bangkit aja dah!

Aku pengen banget kuliah di luar neger karena aku bisa langsung belajar di kawah candradimuka yang super menantang pun juga pengalamannya nambah. Selain itu juga nanti hal-hal positif di sana bisa kuadopsi dan kuterapkan di Indon…

Aku dan Musik

Musik udah nemenin kehidupanku dari dulu. Seringnya pas lagi ngendarain motor (pasang headset trus muterin lagu-lagu favorit) dan dengerin musik yang lantunannya pelan banget sambil menuju alam mimpi (lampu kamar mati, pakai selimut dengan bantal empuk, tak lupa pelukan untuk guling). Nggak jarang juga sih muterin murottal, dan lebih nyaman. Hehe.

Itu kalau ngedengerin. Sedangkan memainkan, aku cuma bisa ngegitar, main pianika, keyboard cuma doremifasolasido, drum cuma bisa mukul asal, gitas listrik masih cupu dan ya udah itu aja sih. Mulai nyentuh gitar itu dulu waktu kelas 5 KMI di Gontor. Waktu itu, ada teman satu grup, teman ITQAN, namanya Agung Prasetyo, dan dia punya gitar. Masalahnya dia jarang memakai gitarnya. Entah darimana asalnya, secara tiba-tiba muncul keinginan untuk bisa main gitar. Tanpa pikir panjang, gitar milik Agung kupinjam, secara rutin! Sebulan dua bulan, meskipun jarang mainnya (nggak setiap hari), aku mulai bisa. Terlebih saat bulan Ramadhan, full bisa kupaka…