Langsung ke konten utama

Postingan

Highlighted

Buya Syafi'i : Umat Islam Terlalu Sibuk dengan Urusan Domestik

Siapa yang tak kenal Buya Syafi'i Ma'arif? Tentu sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia
akan namanya. Tokoh Muhammadiyah yang termasyhur dengan pemikiran tajam nan kritisnya ini selalu menjadi figur positif bagi masyarakat khususnya warga Muhammadiyah. Dalam kesempatan rentetan acara hari ke 3 pembekalan kader untuk para awardee beasiswa MSPP di kaliurang Yogyakarta (06/02), Buya Syafi'i berkesempatan untuk hadir dan berdialog dengan para awardee terkait permasalahan tantangan muslim Indonesia saat ini.



Merupakan kesempatan emas bagi para awardee untuk bisa bertatap muka secara langsung dengan salah satu tokoh yang diidolakan. Pasalnya, tak sedikit dari para awardee yang menjadikan Buya Syafi'i sebagai role model  yang mampu menginspirasi mereka. Antusiasme para awardee sangat terlihat ketika pandangan terus tertuju pada Buya kemudian dilanjut dengan banyaknya acungan tangan peserta guna menyampaikan gagasan serta pertanyaan pada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah te…
Postingan terbaru

Safety Cycling Global English Pare, Mengingatkanku Pada Masa Lalu

Hari ini (19/04), semenjak pukul 05.30, para member lembaga kursus Global English (GE) Pare disibukkan dengan acara Safety Cycling. Dimulai dari pawai sampai ke rangkaian acara berikutnya. Rame banget, karena member GE banyak khususnya yang tinggal di camp. Melihat keseruan mereka, aku jadi teringat masa lalu. Masa di mana setiap camp berkompetisi pada suatu agenda besar. Dulu bukan camp sih, rayon lebih tepatnya, karena d pondok sebutannya gitu.


Jujur aja nih, aku mungkin belum ngerasain secara penuh gimana keseruan para member di agenda gede ini karena posisinya aku nggak tinggal di camp. Aku bareng temen-temen awardee MSPP kan ngekos, hehe, kosnya nggak terpisah pula. Terpisah pun juga karena laki-laki dan perempuan. Masa iya digabungin. Yang jelas, sebagai member GE, aku datang ke acara ini untuk turut memeriahkan. Secara nggak langsung, keseruannya dapet juga meskipun nggak sedalam temen-temen yang berkompetisi. Gimana nggak dalem serunya, mereka udah nyiapin dari jauh-jauh hari…

Pantaskah Aku Ditempa di Anti-Corruption Youth Camp 2017?

Pantaskah?
Entahlah...
Tapi, mungkin bisa jadi nggak
Kayaknya aku kurang bersyukur bisa jadi peserta ACYC 2017 di Bandung, alhasil aku belum melahirkan karya apapun sampai sekarang.
Aku harus instrospeksi diri.
Aku harus inget kalau ACYC bukan sekedar permainan belaka.
Telah terukir sejarah bagaimana aku bisa masuk di ACYC dan segala prosesnya.
Aku harus ingat,
harus tetap mengingat...
Harus tetap semangat...

Beginilah kisahku bersama ACYC, Anti-Corruption Youth Camp 2017.

.
**
*

2017, salah satu tahun yang mengukir kenangan senang dan sedih di hidupku. Di tahun itu aku dinyatakan lulus dari studi S-1, tahun itu juga aku mulai belajar lagi bahasa inggris di tempat yang berbeda-beda, pun juga aku kedapetan beberapa kesempatan tak terduga yang nggak semua orang bisa ngedapetinnya karena sifatnya kompetisi yang diikuti orang se-Indonesia raya. Kali ini, aku bakal ceritain salah satunya. 
Bulan Desember 2017 kemarin, aku diberi kesempatan untuk gabung di acara Anti-Corruption Youth Camp …

Ketua Umum PP Muhammadiyah Berikan Arahan dalam Pembukaan MSPP Sekaligus Memberikan Himbauan Khusus untuk Kader IMM

Serangkaian acara pembukaan Pelatihan Kader atau Darul Arqam untuk para awardee
beasiswa MSPP dilengkapi dan dimeriahkan oleh keynote speaker yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang bertempat di Pusbang Muhammadiyah Jalan Kaliurang Yogyakarta pagi tadi. Kedatangan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mendapat sambutan hangat dari para awardee dan merupakan kesempatan emas untuk dapat bertatap muka bersama Haedar.

Haedar menekankan bahwa tingkat persaingan di luar semakin tinggi sehingga perlu bagi kader Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitasnya. "Diharapkan kader-kader Muhammadiyah memiliki integritas", tambahnya. Selain itu kader Muhammadiyah juga diharapkan mampu untuk menempa diri dan siap bersosialisasi dengan siapapun. Penekanan juga diungkapkan dalam hal pemikiran berkemajuan Muhammadiyah yang harus ada dalam diri tiap kader.

Himbauan untuk para awardee berlanjut mengenai poin-poin dalam menuntut ilmu seperti kesungguhan, kejujuran, birrul walidain, berkawan d…

Darul Arqam Beasiswa MSPP Batch 2 Dibuka, Haedar Nashir Turut Hadir Menyukseskan

Pagi ini pusbang Muhammadiyah Jogjakarta diramaikan dengan pembukaan acara
pembekalan kader atau Darul Arqom untuk para awardee beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch 2. Acara yang dimulai pukul 10.00 tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Chairil Anwar, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader Ari Anshori dan juga Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Muhammadi Da'i.

Melalui sambutan-sambutannya, selalu disampaikan baik dari majelis diktilitbang, majelis pendidikan kader maupun rektor UMS bahwa peserta atau awardee beasiswa MSPP batch 2 ini merupakan bakal penerus Muhammadiyah di masa depan sehingga perlu meningkatkan kualitas dan ketaqwaan demi Muhammadiyah ke depan.

Acara dibuka secara resmi oleh chairil anwar selaku majelis diktilitbang dengan disusul tepuk tangan meriah seluruh hadirin yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis ID Peserta dan kaos MSPP kepada awardee sebagai bentuk peresmian awardee sebagai peserta …

Update di Medsos Pakai Cuplikan Film di Bioskop? Boleh?

Film Dilan 1990 yang sedang tayang di bioskop berhasil meluluhkan hati para penontonnya, pun juga
yang belum nonton pasti dapet spoiler dikit-dikit lah ya dari yang udah nonton. Tak sedikit yang terpukau dengan keromantisan kisah Dilan dan Milea, pun juga sisi pribadinya sehingga banyak yang terinspirasi, atau mulai muncul bumbu-bumbu galau dalam kehidupannya.

Eits, di tulisan ini aku bukan nge-review Film Dilan 1990 loh, tapi membahas salah satu perilaku para penonton Film fenomenal yang didutradarai oleh Fajar Bustomi dan Ayah Pidi Baiq. Mereka baik yang belum maupun sudah menonton pasti pernah update media sosial mereka baik instastory, posting instagram, story di facebook, story di whatsapp dan banyak media soaial lain. Uniknya, banyak cara untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka di medsos dan menggunakan film Dilan sebagai representasi atau juga media pembenar juga pelegitimasi pemikiran serta perasaan mereka. Pasalnya, ada cara yang kurang lazim bagiku.
Cara yang kuran…

Daripada Nyesel, Mending Belajar Bahasa Inggris dari Sekarang!

Aku dulu terlalu meremehkan bahasa inggris sampai-sampai tiap pelajaran bahasa inggris di pondok, aku suka acuh tak acuh. Aku merasa bahwa bahasa Inggris tidak terlalu penting bagiku karena waktu itu yang aku pikirkan adalah sebagai orang Indonesia aku harus menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Meskipun waktu sekolah dasar aku selalu mendapat nilai tertinggi untuk pelajaran bahasa Inggris. Dan entah bagaimana ceritanya ketika mondol aku menjadi orang yang bisa dibilang nasionalis lah ya.

Ternyata Seiring berjalannya waktu, ketika pengambilan aku ditugaskan untuk mengajar bahasa Inggris di kelas pelajaran sore. Entah mengapa ketika mengajar aku jadi bersemangat untuk meningkatkan bahasa Inggris ke. Yah walaupun hanya dengan model yang sangat sedikit Akhirnya aku bisa paling tidak menghantarkan murid-muridku kepada prestasi yang lumayanlah untuk sekelas bahasa Inggris.

Hari berganti hari ketika aku sudah memulai masa masa perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Malang, keinginanku belaj…