Langsung ke konten utama

Mendekati Ujian

Lama tak nge-Blog....

Wah.. kayaknya gue harus ngebiasain diri untuk ngeblog nih biar update terus blognya. No Problem.
Yups.... Di pondok, ujian akhir tahun untuk para santri makin lama makin dekat. Belajar secara terbimbing mulai diperketat dan waktunya pun juga ditambah. Dibarengi dengan semangat para guru yang terus mengiringi santrinya agar tetap semangat dalam belajar. Semua saling berusaha dan membantu. Santri berusaha dan berdo'a untuk kesuksesannya dan guru hanya bisa membimbing belajar serta mendo'akan santri-santrinya. That's right. itulah yang kualami. Semoga hal ini berkelanjutan sampai tahun-tahun berikutnya dan sampai kiamat sekalipun. Jika tidak, hancur gontor.

Lika-liku kegiatan belajar mengajar pasti kualami dan sebelum-sebelumnya telah kuceritakan di artikel tentang mengajar. Sungguh sedih jika tidak diperhatikan oleh murid saat mengajar. Wuiiiihhh..... lebih-lebih kalau muridnya ngejek gurunya dari belakang. Bener2 bikin muak. Banyak dari guru2 yang mendapat perlakuan seperti itu. Selain diejek dari belakang juga ada yang tidak menaati perintah gurunya, ada juga yang sopan di depan gurunya tapi dibelakang gurunya ia menjadi Penjahat kelas Kakap. Ngeri deh.
Contoh di kelas ....... ada beberapa orang yang tidak taat dengan wali kelasnya. Mestinya ketika belajar itu harus bareng-bareng di satu tempat agar bisa dipantau oleh wali kelas eeeh.... ada dua orang yang beda dari yang lain. Belajarnya jauuuuh.... menghindari perkumpulan. Akhirnya kena deh. Wali kelasnya marah tapi tidak dengat teriak-teriak. Ungkapan kemarahnnya diwujudkan dalam bentuk diam dan tidak menghiraukan. Yang kena jadi satu kelas. Wali kelas tersebut jadi tidak pernah menghiraukan semua anggota kelasnya lantaran ada yang tidak taat. Selain itu juga karena banyak yang tidak mengumpulkan PR... Yang lain... aku sendiri. Yah, lagi2 kelas 2F. Ketika aku praktek sebagian besar tertidur di kelas.... yang memperhatikan pun sepertinya kurang niat... Ouch... dan kelas ........ yang ku ajar ternyata menjelek2 ku dari belakang. Meski cuma satu orang tapi gara2 satu orang itu aku jadi kurang ikhlas. Aku belum tahu siapa orangnya. Tapi memang mengurangi rasa ikhlas itu nggak ada gunanya blas. Cuma merugikan saja. Aku rugi karena dzalim ngga ngajar secara sempurna dan mereka rugi karena ngga dapat ilmu secara sempurna. Ya Allah.... Semoga semua perbuatan mendapat balasan...
Sebagai guru aku harus siap menghadapi rintangan yang bermacam2. OK! jalan masih panjang. Kesempatan tak akan habis dan kesempatan emas tak datang dua kali. Ini adalah kesempatan emas bahwa aku pernah menjadi seorang guru di GONTOR 3. Yeah... Semangat! Keep Smile! Because Everything is Gonna be OK! Terakhir.... untuk murid2ku.. GOOD LUCK !!!! Jangan kecewakan semua gurumu!!!

Komentar

  1. Sabar bro. Semangat, tetap istiqomah dalam kebaikan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Komentarin yaa... Saya seneng banget kalau dikomentarin. Terima Kasih :)

Pling Banyak dibaca

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Update di Medsos Pakai Cuplikan Film di Bioskop? Boleh?

Film Dilan 1990 yang sedang tayang di bioskop berhasil meluluhkan hati para penontonnya, pun juga
yang belum nonton pasti dapet spoiler dikit-dikit lah ya dari yang udah nonton. Tak sedikit yang terpukau dengan keromantisan kisah Dilan dan Milea, pun juga sisi pribadinya sehingga banyak yang terinspirasi, atau mulai muncul bumbu-bumbu galau dalam kehidupannya.

Eits, di tulisan ini aku bukan nge-review Film Dilan 1990 loh, tapi membahas salah satu perilaku para penonton Film fenomenal yang didutradarai oleh Fajar Bustomi dan Ayah Pidi Baiq. Mereka baik yang belum maupun sudah menonton pasti pernah update media sosial mereka baik instastory, posting instagram, story di facebook, story di whatsapp dan banyak media soaial lain. Uniknya, banyak cara untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka di medsos dan menggunakan film Dilan sebagai representasi atau juga media pembenar juga pelegitimasi pemikiran serta perasaan mereka. Pasalnya, ada cara yang kurang lazim bagiku.
Cara yang kuran…