PERHATIAN!

Blog ini berisi berbagai macam tulisan saya. Untuk memudahkan pencarian, silahkan pilih menu kategori di samping! (Setelah pilihan Editor)

Selamat Membaca!
Reaksikan dan beri komentar!

My Radio Station

Jumat, 22 September 2017

Mempermainkan Agama (Pelajaran Perjalanan ke Blitar)

Gambar oleh Rajih Arraki'
Persoalan agama memang merupakan hal yang sangat sensitif, di seluruh penjuru dunia mana pun. Lebih-lebih Indonesia. Masih segar dalam ingatan tentang peristiwa beberapa waktu lalu yaitu masalah penistaan agama hingga aksi massa 212 dan aksi-aksi selanjutnya. Menandakan betapa sensitifnya segala hal yang menyangkut agama.

STOP !

Nanti dulu asumsi tidak-tidaknya.
Baca dulu!

Pembicaraanku tentang agama masih belum selesai, kawan! Ini baru susunan kalimat-kalimat pertama yang bahkan belum mencapai seperempatnya. Butuh keberanian untuk menulis seperti ini karena kesensitifan tersebut. Setiap dari kita harus menjaga diri agar tidak menyakiti hati ummat beragama, agama apapun itu, di penjuru dunia mana pun itu. Berbicara soal agama berarti berbicara soal kepercayaan serta keyakinan. Maka, sedikit melukai hal-hal yang berkaitan dengan agama, akan berakibat menyakiti ummat beragama. Di sini aku sedang berusaha menyampaikan sebuah opini tentang agama yang dipermainkan dengan usaha selemah lembut mungkin dan sesantun mungkin karena mau tak mau ujung-ujungnya pasti ada yang kukritik dalam tulisan ini. Bagi para pembaca, harap mencerna perlahan-lahan agar tak serta merta men-judge bahwa aku orang yang "menyimpang".

Berkaitan dengan soal kepercayaan serta keyakinan, tentu akan ada yang namanya keimanan. Keimanan tingkat tinggi adalah ketaqwaan, di mana seorang makhluk hidup akan merasa bahwa dunia bukanlah prioritas utama dan sifatnya fana serta yang kekal adalah kehidupan di akhirat nanti. Bagi ummat beragama, tentu akan berusaha untuk mencapai tingkat ini. Tingkat ketaqwaan yang semua orang tentu berusaha untuk mencapainya dengan segala usaha mereka. Tingkat di mana ia merasa bahwa ia merasa "bersama Tuhan dan dekat dengan-Nya". Yang terpenting, kadar keimanan dan ketaqwaan seseorang hanyalah Tuhan Yang Maha Esa yang lebih mengetahuinya serta orang itu sendiri. Belum tentu seseorang yang secara penampilan terlihat sangat beriman dan bertaqwa memiliki jiwa yang benar-benar beriman juga bertaqwa. Dan sebagai makhluk Tuhan yang berakal, seharusnya manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik, juga keimanan dan ketaqwaan secara pencitraan atau memang benar-benar demi mendekatkan diri kepada-Nya.

Bicara soal agama yang dipermainkan, prolog yang kusampaikan sebelumnya setidaknya mampu sedikit menjelaskan secara permukaan mengenai bentuk dari agama yang dipermainkan. Bagiku, institusi agama adalah institusi yang paliiiing baik sedunia akhirat yang kemudian disusul dengan institusi keluarga. Benar saja, manusia ketika kesusahan pasti mulai mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, berharap diberikan kemudahan dalam melalui segala kesulitan hidup yang menimpanya. Namun, tatkala mereka digelimangi harta serta segala kemudahan dalam menyelesaikan urusan, mereka secara tidak langsung ambil atret dan "Say Goodbye" pada Tuhan.

Institusi agama merupakan sarana yang sudah tak asing lagi bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, Sang Pencipta. Di dalamnya terdapat perbuatan-perbuatan baik, ibadah-ibadah yang membuat manusia semakin dekat kepada-Nya, serta penyejuk-penyejuk rohani. Ini adalah unsur-unsur yang tak bisa diganggu gugat keberadaanya karena sudah suatu keniscayaan akan keberadaanya untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Terlebih karena memang manusia itu butuh untuk dekat dengan Sang Maha Kuasa, maka mereka akan berusaha dengan beribadah, menyejukkan rohani mereka serta berbuat baik yang tentu sesuai dengan ajaran agama mereka. Aku sangat yakin bahwa semua agama mengajarkan untuk berbuat baik.

Namun, menjadi keresahan bagiku sendiri jika seandainya, dengan karunia akal yang diberikan oleh Tuhan kepadanya, ada manusia-manusia yang memanfaatkan institusi agama sebagai lahan penghidupan bagi mereka. Karena begitu baiknya institusi agama ini, ada saja oknum-oknum manusia yang mencari celah untuk dapat bertahan hidup serta mencari "penghasilan" melalui institusi agama yang indah nan luhur ini. Institusi agama ini kan sifatnya keluhuran, kebaikan, sifat hubungan di dalamnya jelas tak ada yang bernilai ekonomi karena hubungan manusia dengan Tuhannya itu Gratis, tidak membayar! Jika ada manusia yang "sampai hati" mengomersilkan institusi agama, mohon maaf, aku secara pribadi tak akan mendukung karena bagiku ini sudah keterlaluan. Bagaimana tidak keterlaluan? Tuhan memberikan segala kenikmatan pada hamba-Nya itu tanpa pamrih. Bahkan nafas adalah kemurahan-Nya. Tapi, kalau institusi agama, hubungan antara manusia dengan Tuhannya sampai dikomersilkan, itu tanda bahwa manusia yang mengomersilkan ini sangat sangat sangat sangaaaat dan sangat rendah kesyukurannya. 

Saat aku ke Blitar tempo hari, aku berkunjung ke sebuah lembaga tempat adikku ditugaskan. Adikku sempat berkeluh kesah tentang manajemen keuangan di lembaga ini. Donatur yang sangat banyak seharusnya mampu membuat lembaga ini berkembang dengan sangat pesat serta memberikan dampak yang signifikan pada tata kelola lembaganya yang mapan. Namun, banyaknya donatur untuk lembaga ini justru tak kunjung membuat lembaga ini semakin besar. Adikku sempat mau menanyakan mengenai manajemen keuangan di lembaga ini, tapi beberapa kawannya yang sudah beberapa waktu berjuang di lembaga itu menahan adikku agar tidak menanyakan. Bagi mereka, percuma saja sebab tetap saja tertutup atau bahkan masa tugas mereka akan dipermasalahkan oleh pemimpin lembaga. Adikku juga berbagi denganku tentang tata kelola yang kurang rapi sehingga dalam melaksanakan tugas kelembagaan juga kurang maksimal. Pengaruhnya juga berasal dari dana donasi yang entah bagaimana pengelolaannya sehingga semua dijalankan seadanya bahkan memaksa untuk dioperasikan seadanya padahal untuk berkembang juga perlu dana operasional. Sumber dananya jelas dari para donatur. Padahal tim penggalang donatur juga ada. Tapi.....

Kejadian yang kuceritakan di atas bagiku merupakan salah satu contoh tentang "mempermainkan agama" yang sangat jelas. Donatur memberikan donasi atas dasar keikhlasan serta bermaksud agar melalui donasi yang ia keluarkan, ia mampu mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa. Donasi yang didonasikan oleh donatur juga merupakan amanah dari donatur untuk lembaga agar uangnya digunakan untuk pembangunan lembaga sesuai proposal yang diajukan oleh lembaga kepada donatur. Eits, bahkan ada yang memberikan donasi tanpa proposal. Meskipun tanpa proposal, tetap saja itu amanah dan sifatnya sesuai yang kusebutkan sebelumnya bahwa donatur berdonasi atas dasar keinginnanya untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Donasi yang sifatnya amanah, harus digunakan sesuai kebutuhan lembaga karena donatur datang bertujuan memberikan donasi untuk lembaga, bukan demi perseorangan atau kepentingan pribadi orang-orang yang ada di lembaga. Maka dari itu, manajemen keuangan lembaga juga harus jelas, transparan serta keluar sesuai kebutuhan. Jika tak ada kejelasan atau transparansi, kemudian saat ditanyai transparasi, birokrasinya berbelit-belit atau bahkan ditutup-tutupi, sudah jelas ini pertanda bahwa institutsi agama sedang dipermainkan. Yang sifatnya keikhlasan, yang sifatnya ada kaitannya dengan hubungan pada Yang Maha Kuasa, sedang dipermainkan.

Entah yang kusampaikan ini benar atau salah. Aku hanya bisa beropini, karena kesensitifan agama, untuk menegur sebuah lembaga saja, nanti pasti dikaitkan dengan agama (ngerti kan maksudku?). Sebenarnya, aku sudah menyuruh adikku untuk memastikan dulu. Bisa jadi donasinya memang sengaja ditabung agar bisa digunakan sewaktu-waktu untuk pembangunan lembaga. Yang dilakukan adikku bahwa ia berniat untuk menghadap pemimpin lembaga guna mempertanyakan manajemen keuangan lembaga, itu bagiku sudah sangat bagus. Aku juga sadar kalau adikku ini sangat progresif dari yang dulunya main-main aja eh sekarang bisa menghadapi masalah serius sepelik itu serta lebih dewasa. Yaa karena khawatir masa tugasnya dipermasalahkan oleh pemimpin lembaga, akhirnya niat mulianya itu ia urungkan. Aku sendiri juga jadi ragu, ini benar donasinya diselewengkan atau memang sengaja ditabung? Asumsiku yang muncul sudah terlalu banyak. Pada akhirnya aku berpikir, meskipun toh mau ditabung, tetap harus transparan! Harus dikelola dengan baik! Karena itu uang ummat! Perkembangan atau kondisi uang yang dititipkan pada lembaga itu harus jelas ke mana perginya. tetap diam kah? atau sudah dibelanjakan sesuai kebutuhan lembaga kah? Harus tercatat! Harus terorganisir! Karena, kejahatan yang terorganisir itu lebih baik daripada kebaikan yang tak terorganisir. Kejadian ini bisa saja kebaikan yang tak terorganisir, bahkan bisa saja kejahatan yang terorganisir dalam artian sudah terorganisir bahwa setiap donasi yang masuk ya segera masuk kantong saja tanpa masuk kas lembaga.

Sampai di sini, ngerti kan poin yang aku maksud?

Semoga kita terhindar dari memanfaatkan kebaikan institusi agama. memanfaatkan agama dan mengambil celah ekonomi dari agama.

Wallahu a'lam bis showab....

Beri komentar jika kurang jelas..
Terima kasih...

Senin, 18 September 2017

Hati-hati Saat di Perjalanan Malang - Surabaya!

Yeah! Nikahan lagi nikahan lagi. Kenapa di umur-umur kayak gini kok banyak banget acara nikahan. Nikahan teman-teman pula. Hmm... Bukan masalah datang ke nikahannya, tapi, masalahnya, aku kapannn???? Hahahahah...

Masalah nikah di bahas nanti aja lah!
Yang jelas tiap ada temen nikah, aku akan usahain dateng.. Kalau masih bisa aku jangkau... Biar segera ketularan.. Ciaaatt ciaaatt..

Sekarang, aku mau ngebahas soal perjalananku tadi malam, eh, bukan cuma tadi mallem sih, udah beberapa kali kok. Seingetku memang nggak sampai lima kali kalau naik motor tapi paling nggak kerasa banget lah. kalau naik mobil bareng keluarga dan bareng teman-teman yaa sering hahaha.. 
Ini adalah tentang perjalanan dari Malang ke Surabaya. Sebenernya lupa pas ke mana. Yang keinget cuma pas perjalanan ke rumah Mantan Ketua Umum Renaissance periode 2016-2017,  sama tadi malem ke nikahan teman namanya Aziz Sholehuddin.

Ada yang perlu diperhatikan saat mau melakukan perjalanan dari Malang ke Surabaya. Kalau Surabaya ke Malang InsyaAllah lancar-lancar aja sih hehe..

1. Macet 

Macet memang suatu keniscayaan. Tapi macet di jalan Malang - Surabaya, itu udah kayak khas banget. Aku sudah beberapa kali mengalaminya saat berkunjung ke rumah dosen yang ada di Lawang, kebetulan juga aku berkunjung di hari Sabtu, pernah juga di hari Minggu. Kebetulan juga memang waktu itu aku sibuk ngurus organisasi, akhirnya berangkat ke rumah beliau pasti sebelum Maghriban atau bahkan setelah Maghrib. Sudah janjian tapi akunya yang molor memang. Well, yang aku dapetin malah kejebak macet. Sebenernya dosenku udah ngewanti-wanti sih kalau sore sampai malem pasti kejebak macet. Hahaha..(Maaf Bu)

Macetnya ini biasanya gara-gara banyak yang berwisata ke Malang pas hari libur kayak hari Minggu atau pas malem minggu juga sih. Kalau hari Minggu kan biasanya orang-orang pada rekreasi tuh. Pas banget kalau Malang banyak tempat rekreasinya. Ya udah, semua orang dari luar Malang pada nyerbu Malang, khususnya Batu sih soalnya destinasi wisata lebih banyak di Batu. Saat mereka ke Malang sudah pasti ada kemacetan yang terjadi, tapi menurutku belum seberapa. Yang mau aku sorotin di sini adalah saat para wisatawan dari luar Malang itu pulang ke daerah mereka masing-masing.

Pulangnya para wisatawan ini yaaaa pas sore kalau nggak pas mendekati waktu senja. Layaknya orang rekreasi, mumpung mereka sedang di daerah tempat rekreasi (dalam hal ini Malang & Batu), ya.. dipuas-puasin laaah.. Akhirnya wajar kalau pulangnya sore sampai malem gitu. Daaaann.. BOOM! Semuanya numpuk di jalan, jadilah macet! hehehe... Dari mana analisisnya? Dari observasiku saat melihat tempat-tempat rekreasi di Malang dan Batu. Pasti rame dah kalau malem minggu sama hari libur juga hari Minggu. Biasanya mulai malem minggu itu udah ramai. Observasi lainnya yaitu,  kemarin-kemarn saat aku mengalami macet di perjalanan Malang - Surabaya, aku lihat kendaraan-kendaraan di sana jaraaang banget yang plat N (untuk Malang, kecuali Pasuruan, kan N juga). Kebanyakan L (Surabaya), W (Sidoarjo, Gresik), P (Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo dll.), M (Madura), S (Bojonegoro, Lamongan, Tuban dll). Jadi wajar kalau aku bilang kalau macetnya itu disebabkan oleh banyaknya wisatawan yang pulang jam segitu. Belum lagi kalau ada yang memang orang Malang, tapi punya keperluan ke daerah pasuruan atau Surabaya dan daerah Pantai utara sehingga mau nggak mau harus lewat jalur Malang - Surabaya, kayak aku ini tadi malem yang mau ke Purwosari karena ada nikahan teman hehe..

2. Jalan yang Kurang Bagus

Kenapa aku kategorikan ini ke dalam masalah? Karena dengan jalan aspal yang kurang bagus, kenyamanan serta keamanan pengendara jadi lumayan terganggu loh! Ngerti kan maksudnya? Jalan yang kurang bagus itu dimulai pas sebelum Fly Over Lawang sampai beberapa jarak setelah Kebun Raya Purwodadi. 

Ceritanya, aku agak ngebut tadi malem. Ini memang kesalahanku karena nggak seharusnya ngebut sambil lihat GPS (Bayangin aja gimana tuh. JAUHKAN HAL SEPERTI INI DARI PERILAKU BERKENDARA ANDA!) karena nggak tahu lokasi tujuannya. Posisi saat itu sudah di depan Kebun Raya Purwodadi. Aku posisinya agak nengah. Kebetulan ada celah kosong lumayan lebar di sebelah kiri Truk Pertamina depanku. Pas banget, truknya ada di lajur kanan, jadi kan luas banget tuh celahnya. Segera aja aku gas, niatnya mau nyalip ini truk dari sebelah kiri karena space yang kosong itu. Karena nggak terlalu kelihatan plus terpengaruh kencengnya kendaraan di sekitar, akhirnya aku kebut aja (INI SALAH JUGA). Eh, nggak taunya, jalan aspal yang aku lalui di sebelah kiri truk itu rusak banget (jalannya mblenduk-mblenduk mleyot mleyot) entah apalah bahasanya yang jelas bahasa jawanya gitu. Alhasil motorku yang posisinya sedang dalam kecepatan lumayan tinggi, jadi goyang-goyang kenceng banget setirnya plus motornya juga. Saking kencengnya, aku nyariss nyaris dan nyariss jatuh nggelepar. Setirnya udah nggak terkendali waktu itu. Tanganku berusaha untuk nahan biar ngga secuilpun tubuhku nyentuh aspal walaupun dengan kondisi mleyot-mleyot gitu. Akhirnya, setelah berjuang dengan sekuat tenaga, motor bisa berjalan normal lagi tanpa harus jatuh dan setirnya mulai bisa kukendalikan. Alhamdulillah... Uh, aku Istighfar sepanjang jalan sampai Purwosari. Sebenarnya aku udah ngerasa sentakan batin (eakk) tepat sesaat sebelum melalui jalan jelek itu tadi. Sentakan batinnya itu semacam rasa merinding gitu kalau jalan di depanku bakal bikin aku kenapa-napa. Tapi alhamdulillah bisa dilalui. (Jadi curhat rek...) Setelah itu, aku pelan-pelan bawa motornya meskipun masih sambil lihat GPS sih. Hmmm... JAUHKAN dan JAUHKAN PERILAKU SEPERTI INI! Bagaimanapun kondisi anda! Waspada sama jalan yang jelek di depan anda! Bisa membahayakan nyawa anda! 

3. Kendaraan Besar & Ngebut-ngebut

Ini juga yang perlu diperhatiin. Bahaya! Kenapa? Soalnya kendaraan besar dan ngebut-ngebut itu bisa membahayakan keselamatan pengendara terutama pengendara sepeda motor. Yang ngebut memang bukan hanya Truk, Bus, Kontainer de el el tapi juga mobil seperti Avanza, Pajero, Ayla juga. Apalagi Pajero kan besar juga tuh ukurannya. Nyenggol motor, kepental juga tuh motor. 

Sebabnya bisa jadi karena penat abis kejebak macet terus ketemu jalan yang lebih bebas dari macet, akhirnya ngegasnya nggak nanggung-nanggung karena merasa abis bebas dari macet yang begitu menyiksa. Jalan yang udah bebas dari macet ya biasanya dimulai tepat sebelum fly over Lawang sampai Surabaya sono.

Hal ini perlu diwaspadai terlebih untuk pengguna sepeda motor. Selalu lihat ke spion kalau mau geser ke lajur kanan atau mau atret dan lain-lain lah yang ada urusannya sama arah belakang anda. Soalnya kendaraan kalau udah kenceng, susah ngontrolnya. Sering kan denger berita kecelakaan di daerah perjalanan Surabaya - Malang / Malang - Surabaya? Pasti penyebabya ada truk yang remnya blong. Rem blong juga nggak bisa kan diantisipasi secara dadakan. Kalau udah ngebut, terus rem blong, alamat dah, tamat! 

Kadang juga karena kendaraan lain pada ngebut, kita jadi terpacu untuk ngebut. Yaa jadinya kebut-kebutan ala MotoGP ntar, padahal sepeda motor lawan truk, bus sama kontainer, tambah juga sama mobil Pajero segede gaban hahaha... Maka itu perlu waspada. Tetap tenang tapi waspada. Mending nggak terpengaruh, pelan, tapi sampai di tujuan. 

YUPPPPSSS.... seperti itulah 3 hal yang perlu kita waspadai. Jangan jadikan momen bahagia anda tertunda atau bahkan terhenti (Na'udzubillahi min dzalik) karena kurang kewaspadaan kita saat di perjalanan. Aku nulis ini biar bisa jadi pelajaran untuk semuanya para pembaca yang tersayang (eaaak). Kalau mau perjalanan ke Surabaya, diitung dulu jarak, waktu dan kemungkinannya. Misal kuatir macet, ya berangkat lebih awal aja biar meskipun kejebak macet, datengnya tetap tepat waktu. Bagi yang masih muda, yang baca tulisanku ini, pasti pada ngebatin kalau aku ini cemen. Hal kayak gini aja dipermasalahin. Sorry bro.. Maut itu nemenin kita tiap hari di mana-mana dan kapan aja tauk! Nggak ada salahnya kok untuk waspada dan mengamankan diri. hehehe... Soalnya, masa depan kita masih jauh!

Uusiikum wa iyyaya nafsii...

Speak English Challenge : Edisi bahas soal "Language"




Selasa, 12 September 2017

Menantang Diri Ngomong Bahasa Inggris

Kuliah ke luar negeri sebenarnya sudah di depan mata. Tapi perilakuku malah semakin menjauhkannya karena bukannya latihan untuk terbiasa berbahasa Inggris ria malah terlena dalam kesenangan maya.

Tapi sesuai dengan postinganku sebelumnya mengenai pembaharuan diri, sepertinya memang aku harus membuat langkah-langkah baru walau hanya langkah kecil. Paling tidak ada manfaatnya di kemudian hari.

Kebetulan nge-Youtube merupakan sebagian kecil aktivitasku saat ini. Daripada bingung membuat video apa, akhirnya aku memutuskan untuk membuat video challenge atau video tantangan. Apa tantangannya? Tantangannya adalah, aku harus berbicara di depan kamera menggunakan Bahasa Inggris yang mekanismenya, 1 menit menulis bahan-bahan yang akan aku omongin di video (making preparation) dan 2 menit untuk berbicara sesuai dengan preparation yang aku buat. Dan alhamdulillah aku kurang istiqomah karena yang seharusnya setiap hari aku bikin videonya dan aku upload malah sudah 4 hari ini aku nggak bikin videonya karena kendala kamera dan kesibukan lain. Well, harusnya ini jadi evaluasi buatku. Semoga besok aku bisa mulai membuat video lagi.

Berikut video-videoku :












Yaaa itulah video-videoku yang berhastag atau bertagar #speakenglishchallenge
Aku benar-benar berharap bisa istiqomah untuk mengembangkan diri demi menggapai cita-cita. Mohon doa dan dukungannya.