Langsung ke konten utama

JCF, Acara Pameran di Bojonegoro yang Perlu Dicontoh Daerah-daerah Lain! (My First Experience with Qlapa.com)

Matoh! Kata ini yang pas untuk acara JCF 2017. Kenapa? Jelas karena acara besar inilah para
pengusaha industri kreatif memiliki kesempatan besar untuk menunjukkan produk-produk mereka, hasil buatan tangan mereka yang sangat indah nan variatif. Matoh sendiri berarti "sae" atau "baik". Matoh merupakan kata seru yang digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang baik bahkan di atas baik. JCF (Jonegoroan Creative Fair) 2017 merupakan agenda yang dihelat atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan IKKON Bojonegoro. Agenda ini berisi pameran produk-produk lokal Bojonegoro seperti kerajinan gerabah, perhiasan, kerajinan songket atau rajut, batik,  hingga kuliner yang bermacam-macam seperti kripik olahan, bumbu pecel dan lain sebagainya. Tak hanya itu, e-commerce pun juga diundang seperti Qlapa.com dan Tokopedia agar menjadi sarana bagi para pengrajin untuk semakin mudah memasarkan produknya ke seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia agar produk mereka mampu bersaing di kancah Internasional menyaingi brand-brand Internasional yang justru lebih diminati masyarakat Indonesia daripada produk lokal sendiri.

Booth Qlapa.com bersebelahan dengan Booth Tokopedia
Yap! Bagiku, acara ini memberikanku pengalaman berharga. Aku yang baru saja menjadi City Representative Qlapa.com untuk Kota Malang sangat berterima kasih sekali pada Qlapa.com yang memberikanku kesempatan untuk ikut berkecimpung serta menyukseskan booth Qlapa.com di acara ini. Mbak Ayu dari Qlapa.com siap memberikan briefing kepadaku dan juga Mas Khairul Amien yang juga City Representative dari Madura terkait sistem kerja Qlapa agar kami bisa melayani para tamu yang datang di booth Qlapa. Aku jadi mengerti arti penting adanya acara ini dan keterkaitannya dengan Qlapa.com. Dengan berpartisipasi di sini, aku jadi semakin mengenal Industri kreatif dan perlahan memahami kalau industri kreatif di Indonesia sungguh minim peminat. Betapa tidak, masyarakat Indonesia kebanyakan lebih bangga memiliki barang yang branded luar negeri daripada produk lokal yang sesungguhnya lebih indah. Tentu ada yang beranggapan bahwa produk lokal itu mahal. Eits, bukannya produk luar itu juga mahal ya? Apa susahnya sih bermahal-mahal untuk produk dalam negeri?

Kang Yoto (Bupati Bojonegoro) Sedang Mampir
ke Booth Qlapa.com
Acara ini juga membuatku semakin mengenal banyak orang. Dengan Mbak Ayu dan Mas Khairul Amien aku memang sudah kenal semenjak kuliah dulu karena beliau berdua adalah seniorku di UKM Forum Diskusi Ilmiah. Di acara tersebut, aku jadi kenal Mas Rizky Aldi yang gokil, kocak, heboh dan easy going dari Tokopedia dan ketiga kawannya juga. Begitu juga dengan kawan-kawan IKKON seperti Mbak Rani, Mbak Fatma, Mbak Ichris, Mbak Annisa dan lain-lain. Belajar untuk dekat dengan para pengrajin yang memiliki berbagai karakter, kelebihan serta kekurangan yang untuk mendekati mereka juga harus dengan cara yang baik agar kebutuhan mereka terlayani dengan baik.  

Mengapa acara pameran ini perlu dicontoh oleh daerah lain? Karena ini merupakan pintu bagi para pengrajin serta para pemilik industri kreatif untuk memperkenalkan produk-produk mereka yang beraneka ragam dan indah. Bahkan jika perlu, pameran ini dibuat permanen agar untuk memperkenalkan produk, para pengrajin tidak perlu menunggu momen karena bagi mereka setiap detik adalah momen mereka untuk memasarkan produk buatan tangan mereka. Dari sinilah aku menemukan keterkaitannya dengan Qlapa.com yang bersedia menjadi perantara antara pengrajin dengan para customer dalam skala yang sangat luas. Semoga aku berkesempatan untuk berkecimpung dalam acara seperti ini lagi dan semoga Industri kreatif serta para pengrajin mampu melesat hingga membawa besar nama Indonesia dan produk mereka justru mampu menyaingi barang-barang branded internasional yang malah menjadi kebanggaan banyak orang di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Update di Medsos Pakai Cuplikan Film di Bioskop? Boleh?

Film Dilan 1990 yang sedang tayang di bioskop berhasil meluluhkan hati para penontonnya, pun juga
yang belum nonton pasti dapet spoiler dikit-dikit lah ya dari yang udah nonton. Tak sedikit yang terpukau dengan keromantisan kisah Dilan dan Milea, pun juga sisi pribadinya sehingga banyak yang terinspirasi, atau mulai muncul bumbu-bumbu galau dalam kehidupannya.

Eits, di tulisan ini aku bukan nge-review Film Dilan 1990 loh, tapi membahas salah satu perilaku para penonton Film fenomenal yang didutradarai oleh Fajar Bustomi dan Ayah Pidi Baiq. Mereka baik yang belum maupun sudah menonton pasti pernah update media sosial mereka baik instastory, posting instagram, story di facebook, story di whatsapp dan banyak media soaial lain. Uniknya, banyak cara untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka di medsos dan menggunakan film Dilan sebagai representasi atau juga media pembenar juga pelegitimasi pemikiran serta perasaan mereka. Pasalnya, ada cara yang kurang lazim bagiku.
Cara yang kuran…