Langsung ke konten utama

Gagasan Kecil untuk Menumpas Korupsi

Aku tinggal di mana korupsi sudah menjadi hal biasa dibicarakan. Dia tabu tapi tak tabu. Seakan-akan buruk tapi sebenarnya banyak yang melakukan khususnya bagi manusia-manusia yang sedang diberi amanah untuk memegang uang. Dari tingkat pemerintah desa sampai pemerintah pusat. Well, pengetahuanku tentang korupsi itu sendiri masih kurang, pun juga penanggulangannya. Tapi paling tidak, jika aku berhadapan dengan korupsi, ada beberapa hal yang harus aku lakukan, yaitu :

a. Memberikan edukasi kepada Masyarakat

Edukasi yang diberikan adalah terkait penanggulangan serta pencegahan korupsi. Membuka mata masyarakat bahwa ada korupsi di sekitar mereka, mengenali tanda-tanda bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi

b. Segera menegur para pelaku korupsi

Para pelaku tindak pidana korupsi, PIDANA lho pidana, harus segera ditegur agar mereka jera. Tegur dengan cara apapu, asal tidak dengan main hakim sendiri. Tegur dan dikontrol agar mereka mau mengganti uang yang dikorupsi

c. Memberikan kritik melalui karya

Kritik melalui karya berfungsi sebagai media penyalur aspirasi kepada masyarakat luas, baik berbentuk edukasi pada masyarakat maupun evaluasi terhadap kinerja para pemangku kebijakan yang rada kurang maksimal tapi malah duitnya yang habis maksimal

So, correct me if i'm wrong! Ini hanyalah ide kecil. Biar tahu lebih dalam, aku harus belajar lebih banyak lagi. Salam Anti Korupsi!

Komentar

Pling Banyak dibaca

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Update di Medsos Pakai Cuplikan Film di Bioskop? Boleh?

Film Dilan 1990 yang sedang tayang di bioskop berhasil meluluhkan hati para penontonnya, pun juga
yang belum nonton pasti dapet spoiler dikit-dikit lah ya dari yang udah nonton. Tak sedikit yang terpukau dengan keromantisan kisah Dilan dan Milea, pun juga sisi pribadinya sehingga banyak yang terinspirasi, atau mulai muncul bumbu-bumbu galau dalam kehidupannya.

Eits, di tulisan ini aku bukan nge-review Film Dilan 1990 loh, tapi membahas salah satu perilaku para penonton Film fenomenal yang didutradarai oleh Fajar Bustomi dan Ayah Pidi Baiq. Mereka baik yang belum maupun sudah menonton pasti pernah update media sosial mereka baik instastory, posting instagram, story di facebook, story di whatsapp dan banyak media soaial lain. Uniknya, banyak cara untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka di medsos dan menggunakan film Dilan sebagai representasi atau juga media pembenar juga pelegitimasi pemikiran serta perasaan mereka. Pasalnya, ada cara yang kurang lazim bagiku.
Cara yang kuran…