PERHATIAN!

Blog ini berisi berbagai macam tulisan saya. Untuk memudahkan pencarian, silahkan pilih menu kategori di samping! (Setelah pilihan Editor)

Selamat Membaca!
Reaksikan dan beri komentar!

My Radio Station

Senin, 15 Januari 2018

Kuliah di Luar Negeri, Why Not?

Mimpi kali yee bisa kuliah di luar negeri. Itu udah jadi impianku dari dulu sih, tapi baru
dirintis usahanya pasca lulus kuliah. Sungguh usaha yang mirip-mirip pahlawan kesiangan. Hehe. Gimana nggak, kuliah di luar negeri yang persiapannya super kuat dan banyak itu malah baru disiapin nggak nyampe setahun yang lalu. Harusnya kan udah dirancang semenjak kuliah semester 5 lah paling nggak. Memang telat banget aku buat ngurus sekolah S2 luar negeri. Wajar kalau banyak temen-temenku yang bilang, aku ini nggak ada bau-bau untuk siap kuliah di luar negeri, ada juga yang bilang mending kalau nggak niat nggak usah aja. Memang bener sih yang mereka omongin ke aku. Dan sempet bikin aku down juga 😂. Tapi, buat apa usaha selama ini kalo down dan nyerah. Bangkit aja dah!

Aku pengen banget kuliah di luar neger karena aku bisa langsung belajar di kawah candradimuka yang super menantang pun juga pengalamannya nambah. Selain itu juga nanti hal-hal positif di sana bisa kuadopsi dan kuterapkan di Indonesia (pokoknya yang bukan merusak Indonesia dari dalam. If you know what i mean), dan juga dosen di luar negeri kedengarannya bener-bener serius ngebimbing mahasiswanya buat belajar sehingga wajar kalo mahasiswanya banyak yang terbakar semangat untuk belajar lebih giat.

Biar bisa kuliah ke luar negeri, aku udah nyiapin banyak hal dari niat sampe perencanaan bahkan berkas-berkas administratif. Pengen tahu lengkapnya, simak di sini.

Mungkin banyak yang kurang meminati untuk kuliah di luar negeri. Bagiku, why not? Jika terkendala biaya, kita bisa mencari beasiswa. Masalah religiusitas, kita bisa bergabung dengan komunitas yang satu ikatan religi dengan kita. Masalah rindu? Tenang ganks! Kan udah ada smartphone jadi bisa video call. Lalu, kendala apa lagi???

Ada sih sebenernya kendala. Apakah itu? Yaitu orang-orang di sekitar kita yang sering memberikan tuntutan lebih namun nol dalam memberikan support baik materil maupun non-materil. Sedangkan yang punya cita-cita kan kita. Memang terbentur sama kondisi juga sih. Seringkali aku disindir, sudah kerja apa? Apa aktivitasnya sekarang? (ada yang sekedar nanya, ada yang nyindir juga). Kondisinya memang pekerjaan banyak meminta untuk lulusan S2 sehingga banyak lulusan S1 yang apply studi master. Bagiku, masalah lapangan pekerjaan itu memang penting tapi prioritas kedua karena kalau kita belajar sungguh-sungguh, rezeki pasti nggak akan kemana-mana. Banyak yang bilang, itu lho ikut aja cpns, ngelamar di bank, itu lho temen-temen kamu keterima di perusahaan ini itu yang seakan bergengsi serta berkaliber tinggi. Tapi, bagiku, seharusnya, kita tidak bangga untuk jadi karyawan meskipun itu halal juga sih, kalau masalah gengsi-gengsian loh ya.. Apalagi bargain. Kadang nih, anak dipaksa sama krang tua untum jadi pns dan lain lain padahal si anak nggak mau. Wahai orang tua, merekalah yang akan menghadapi masa depan, bukan anda. Jadi berikanlah hak dia pengen jadi apa.

Oke kembali ke laptop. Masalah masa depan bisa kita bahas di tulisan lain dah.

Kuliah di luar negeri bagus aja kok. Malah kita bisa nabung. Nabung buat beli rumah, nikah (eh), dan lain lain. Jadi, tunggu apa lagi? Udah punya bayangan ke luar negeri??😂

Minggu, 14 Januari 2018

Aku dan Musik

Musik udah nemenin kehidupanku dari dulu. Seringnya pas lagi ngendarain motor (pasang headset trus muterin lagu-lagu favorit) dan dengerin musik yang lantunannya pelan banget sambil menuju alam mimpi (lampu kamar mati, pakai selimut dengan bantal empuk, tak lupa pelukan untuk guling). Nggak jarang juga sih muterin murottal, dan lebih nyaman. Hehe.

Itu kalau ngedengerin. Sedangkan memainkan, aku cuma bisa ngegitar, main pianika, keyboard cuma doremifasolasido, drum cuma bisa mukul asal, gitas listrik masih cupu dan ya udah itu aja sih. Mulai nyentuh gitar itu dulu waktu kelas 5 KMI di Gontor. Waktu itu, ada teman satu grup, teman ITQAN, namanya Agung Prasetyo, dan dia punya gitar. Masalahnya dia jarang memakai gitarnya. Entah darimana asalnya, secara tiba-tiba muncul keinginan untuk bisa main gitar. Tanpa pikir panjang, gitar milik Agung kupinjam, secara rutin! Sebulan dua bulan, meskipun jarang mainnya (nggak setiap hari), aku mulai bisa. Terlebih saat bulan Ramadhan, full bisa kupakai setiap hari untuk belajar main gitar, sampai ujung jari tengah, telunjuk dan jari manis jadi mengeras (kapalen). Tapi aku tak peduli.

Alhasil, hari hari kuisi dengan main gitar. Tiap kelelahan, main gitar. Abis bersih-bersih, main gitar, dan lain lain. Aku belajar nggak sendirian. Adalah Haris Anwar, temanku, anak pengurus kursus bahasa inggris (Language Course Department) yang kebetulan kantor LCD segedung dengan ITQAN. Aku banyak belajar darinya tentang memetik senar gitar. Ada pula teman ITQAN, Didik Khoirul Huda, yang mengajariku memetik dengan lagu Peterpan Semua Tentang Kita, lagu paling anjay waktu itu.

Eh, sebentar! Itu gitarnya Agung atau Taufik Nigroho ya? Lupa!
Taufik Nugroho juga teman ITQAN. Dia Pimpinan Umum ITQAN Group sedangkan aku Pimrednya.

Sesering-seringnya ngegitar, aku jadi mikir, kayaknya aku harus bisa nyanyi. Ekspektasi besar dari seorang bersuara ngebass dan nggak bisa meninggi. Semenjak itu, aku sering nyanyi nyanyi sendirian, seakan tak ada yang terganggu dengan rusaknya suaraku. Biasanya yang kunyanyikan adalah lagu-lagu bondan and fade2black, ada band, S.I.D de el el dah.

Ada satu impianku. Aku ingin bisa memainkan biola plus juga punya biola. Tapi, harga biola mahal. Seandainya nggak mahal. Entah kenapa bagiku ngebiola itu keren. Aku selalu ngebayangin ketika lagi suntuk bareng teman-teman (misal lagi kumpul di suatu tempat yang bukan tempat umum, atau saat di outdoor bisa camping bisa rekreasi), tiba-tiba kumainkan biolaku dan orang-orang bisa terhibur dengan permainan biolaku. Ah seandainya harga biola tak mahal, dan mudah mempelajarinya. Trus, gimana musik menurut kalian? Apa peran musik dalam hidup kalian? Apa kalian pengen main biola juga? Sekeren itukah biola menurut kalian, sama seperti yang kupikirkan?

Senin, 01 Januari 2018

Akhir Tahun Harusnya Ngapain?

Hay guys, akhir tahun gini, kamu ngapain?
Bakar-bakar jagung trus nongki sampai pagi?
Jalan-jalan sama pacar liatin kembang api?
Mikirin resolusi?
Berusaha nepatin janji yang nggak jadi jadi?
Merenung sambil evaluasi diri?
Atau mending diem di kamar aja kali...
.
Yah, gitulah dinamika di akhir tahun
Mesti ada aja saat di mana kita tuh pengen banget bersenang senang... tanpa ampun!
Sempat juga sih kepikiran buat mewujudkan harapan-harapan yang udah terhimpun
Ya, cita-cita itu emang kesusun
Tapi kenyatanya nih, kita cuma bisa melamun
Akhirnya, Cuma senang-senangnya aja yang beruntun
Trus kita jadi kepikiran lagi,
Harus gimana sih di akhir tahun?????
Trus, kita ini siapa lhoh di tahun depan???
.
Harusnya sih kita punya pandangan
Gambaran kesuksesan yang bukan cuma sekedar lisan
Yang disusun dengan niat dan cita-cita yang mapan
Evaluasiin kehidupan kita selama setahun belakangan
Trus kita cari sama-sama solusi yang mencerahkan
Ilangin rasa pasrah sama keadaan
Solusi-solusi ini kita jadiin tujuan
Lalu dengan bangga mengatakan
Atas Izin Tuhan
Aku harus mencapai tujuan
Di tahun depan
Harapan ini dipanjatkan harus dengan penuh keyakinan
Bukan dengan uang yang dihambur-hamburkan
Untuk menghabiskan pergantian tahun dengan penuh kegirangan
.
Ayo laah kita saling introspeksi
Apa iya kesenangan-kesenangan itu bakal abadi?
Mestinya kita tuh sadar diri
Penghujung tahun bukanlah saat untuk frustasi
Atau kejebak dalam lautan fantasi
Trus nganggep ini tuh momen bahagia sampe kita lalai
Lupa kalo janji janji yang lalu belum juga ditepati
Lupa kalo tahun depan adalah sebuah misteri
Yang harus diterangi oleh evaluasi diri sendiri
So, Kapan lagi, kalau bukan SAAT INI!!!
Yuk, evaluasi diri!