Langsung ke konten utama

Aku dan Musik

Musik udah nemenin kehidupanku dari dulu. Seringnya pas lagi ngendarain motor (pasang headset trus muterin lagu-lagu favorit) dan dengerin musik yang lantunannya pelan banget sambil menuju alam mimpi (lampu kamar mati, pakai selimut dengan bantal empuk, tak lupa pelukan untuk guling). Nggak jarang juga sih muterin murottal, dan lebih nyaman. Hehe.

Itu kalau ngedengerin. Sedangkan memainkan, aku cuma bisa ngegitar, main pianika, keyboard cuma doremifasolasido, drum cuma bisa mukul asal, gitas listrik masih cupu dan ya udah itu aja sih. Mulai nyentuh gitar itu dulu waktu kelas 5 KMI di Gontor. Waktu itu, ada teman satu grup, teman ITQAN, namanya Agung Prasetyo, dan dia punya gitar. Masalahnya dia jarang memakai gitarnya. Entah darimana asalnya, secara tiba-tiba muncul keinginan untuk bisa main gitar. Tanpa pikir panjang, gitar milik Agung kupinjam, secara rutin! Sebulan dua bulan, meskipun jarang mainnya (nggak setiap hari), aku mulai bisa. Terlebih saat bulan Ramadhan, full bisa kupakai setiap hari untuk belajar main gitar, sampai ujung jari tengah, telunjuk dan jari manis jadi mengeras (kapalen). Tapi aku tak peduli.

Alhasil, hari hari kuisi dengan main gitar. Tiap kelelahan, main gitar. Abis bersih-bersih, main gitar, dan lain lain. Aku belajar nggak sendirian. Adalah Haris Anwar, temanku, anak pengurus kursus bahasa inggris (Language Course Department) yang kebetulan kantor LCD segedung dengan ITQAN. Aku banyak belajar darinya tentang memetik senar gitar. Ada pula teman ITQAN, Didik Khoirul Huda, yang mengajariku memetik dengan lagu Peterpan Semua Tentang Kita, lagu paling anjay waktu itu.

Eh, sebentar! Itu gitarnya Agung atau Taufik Nigroho ya? Lupa!
Taufik Nugroho juga teman ITQAN. Dia Pimpinan Umum ITQAN Group sedangkan aku Pimrednya.

Sesering-seringnya ngegitar, aku jadi mikir, kayaknya aku harus bisa nyanyi. Ekspektasi besar dari seorang bersuara ngebass dan nggak bisa meninggi. Semenjak itu, aku sering nyanyi nyanyi sendirian, seakan tak ada yang terganggu dengan rusaknya suaraku. Biasanya yang kunyanyikan adalah lagu-lagu bondan and fade2black, ada band, S.I.D de el el dah.

Ada satu impianku. Aku ingin bisa memainkan biola plus juga punya biola. Tapi, harga biola mahal. Seandainya nggak mahal. Entah kenapa bagiku ngebiola itu keren. Aku selalu ngebayangin ketika lagi suntuk bareng teman-teman (misal lagi kumpul di suatu tempat yang bukan tempat umum, atau saat di outdoor bisa camping bisa rekreasi), tiba-tiba kumainkan biolaku dan orang-orang bisa terhibur dengan permainan biolaku. Ah seandainya harga biola tak mahal, dan mudah mempelajarinya. Trus, gimana musik menurut kalian? Apa peran musik dalam hidup kalian? Apa kalian pengen main biola juga? Sekeren itukah biola menurut kalian, sama seperti yang kupikirkan?

Komentar

Pling Banyak dibaca

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Update di Medsos Pakai Cuplikan Film di Bioskop? Boleh?

Film Dilan 1990 yang sedang tayang di bioskop berhasil meluluhkan hati para penontonnya, pun juga
yang belum nonton pasti dapet spoiler dikit-dikit lah ya dari yang udah nonton. Tak sedikit yang terpukau dengan keromantisan kisah Dilan dan Milea, pun juga sisi pribadinya sehingga banyak yang terinspirasi, atau mulai muncul bumbu-bumbu galau dalam kehidupannya.

Eits, di tulisan ini aku bukan nge-review Film Dilan 1990 loh, tapi membahas salah satu perilaku para penonton Film fenomenal yang didutradarai oleh Fajar Bustomi dan Ayah Pidi Baiq. Mereka baik yang belum maupun sudah menonton pasti pernah update media sosial mereka baik instastory, posting instagram, story di facebook, story di whatsapp dan banyak media soaial lain. Uniknya, banyak cara untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka di medsos dan menggunakan film Dilan sebagai representasi atau juga media pembenar juga pelegitimasi pemikiran serta perasaan mereka. Pasalnya, ada cara yang kurang lazim bagiku.
Cara yang kuran…