Langsung ke konten utama

Kuliah di Luar Negeri, Why Not?

Mimpi kali yee bisa kuliah di luar negeri. Itu udah jadi impianku dari dulu sih, tapi baru
dirintis usahanya pasca lulus kuliah. Sungguh usaha yang mirip-mirip pahlawan kesiangan. Hehe. Gimana nggak, kuliah di luar negeri yang persiapannya super kuat dan banyak itu malah baru disiapin nggak nyampe setahun yang lalu. Harusnya kan udah dirancang semenjak kuliah semester 5 lah paling nggak. Memang telat banget aku buat ngurus sekolah S2 luar negeri. Wajar kalau banyak temen-temenku yang bilang, aku ini nggak ada bau-bau untuk siap kuliah di luar negeri, ada juga yang bilang mending kalau nggak niat nggak usah aja. Memang bener sih yang mereka omongin ke aku. Dan sempet bikin aku down juga 😂. Tapi, buat apa usaha selama ini kalo down dan nyerah. Bangkit aja dah!

Aku pengen banget kuliah di luar neger karena aku bisa langsung belajar di kawah candradimuka yang super menantang pun juga pengalamannya nambah. Selain itu juga nanti hal-hal positif di sana bisa kuadopsi dan kuterapkan di Indonesia (pokoknya yang bukan merusak Indonesia dari dalam. If you know what i mean), dan juga dosen di luar negeri kedengarannya bener-bener serius ngebimbing mahasiswanya buat belajar sehingga wajar kalo mahasiswanya banyak yang terbakar semangat untuk belajar lebih giat.

Biar bisa kuliah ke luar negeri, aku udah nyiapin banyak hal dari niat sampe perencanaan bahkan berkas-berkas administratif. Pengen tahu lengkapnya, simak di sini.

Mungkin banyak yang kurang meminati untuk kuliah di luar negeri. Bagiku, why not? Jika terkendala biaya, kita bisa mencari beasiswa. Masalah religiusitas, kita bisa bergabung dengan komunitas yang satu ikatan religi dengan kita. Masalah rindu? Tenang ganks! Kan udah ada smartphone jadi bisa video call. Lalu, kendala apa lagi???

Ada sih sebenernya kendala. Apakah itu? Yaitu orang-orang di sekitar kita yang sering memberikan tuntutan lebih namun nol dalam memberikan support baik materil maupun non-materil. Sedangkan yang punya cita-cita kan kita. Memang terbentur sama kondisi juga sih. Seringkali aku disindir, sudah kerja apa? Apa aktivitasnya sekarang? (ada yang sekedar nanya, ada yang nyindir juga). Kondisinya memang pekerjaan banyak meminta untuk lulusan S2 sehingga banyak lulusan S1 yang apply studi master. Bagiku, masalah lapangan pekerjaan itu memang penting tapi prioritas kedua karena kalau kita belajar sungguh-sungguh, rezeki pasti nggak akan kemana-mana. Banyak yang bilang, itu lho ikut aja cpns, ngelamar di bank, itu lho temen-temen kamu keterima di perusahaan ini itu yang seakan bergengsi serta berkaliber tinggi. Tapi, bagiku, seharusnya, kita tidak bangga untuk jadi karyawan meskipun itu halal juga sih, kalau masalah gengsi-gengsian loh ya.. Apalagi bargain. Kadang nih, anak dipaksa sama krang tua untum jadi pns dan lain lain padahal si anak nggak mau. Wahai orang tua, merekalah yang akan menghadapi masa depan, bukan anda. Jadi berikanlah hak dia pengen jadi apa.

Oke kembali ke laptop. Masalah masa depan bisa kita bahas di tulisan lain dah.

Kuliah di luar negeri bagus aja kok. Malah kita bisa nabung. Nabung buat beli rumah, nikah (eh), dan lain lain. Jadi, tunggu apa lagi? Udah punya bayangan ke luar negeri??😂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Update di Medsos Pakai Cuplikan Film di Bioskop? Boleh?

Film Dilan 1990 yang sedang tayang di bioskop berhasil meluluhkan hati para penontonnya, pun juga
yang belum nonton pasti dapet spoiler dikit-dikit lah ya dari yang udah nonton. Tak sedikit yang terpukau dengan keromantisan kisah Dilan dan Milea, pun juga sisi pribadinya sehingga banyak yang terinspirasi, atau mulai muncul bumbu-bumbu galau dalam kehidupannya.

Eits, di tulisan ini aku bukan nge-review Film Dilan 1990 loh, tapi membahas salah satu perilaku para penonton Film fenomenal yang didutradarai oleh Fajar Bustomi dan Ayah Pidi Baiq. Mereka baik yang belum maupun sudah menonton pasti pernah update media sosial mereka baik instastory, posting instagram, story di facebook, story di whatsapp dan banyak media soaial lain. Uniknya, banyak cara untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka di medsos dan menggunakan film Dilan sebagai representasi atau juga media pembenar juga pelegitimasi pemikiran serta perasaan mereka. Pasalnya, ada cara yang kurang lazim bagiku.
Cara yang kuran…