Langsung ke konten utama

Safety Cycling Global English Pare, Mengingatkanku Pada Masa Lalu


Foto bareng temen-temen MSPP Batch 2, IELTS Super Camp dan Tutor Terkece se-jagad (Mr. Zerry)
Hari ini (19/04), semenjak pukul 05.30, para member lembaga kursus Global English (GE) Pare disibukkan dengan acara Safety Cycling. Dimulai dari pawai sampai ke rangkaian acara berikutnya. Rame banget, karena member GE banyak khususnya yang tinggal di camp. Melihat keseruan mereka, aku jadi teringat masa lalu. Masa di mana setiap camp berkompetisi pada suatu agenda besar. Dulu bukan camp sih, rayon lebih tepatnya, karena d pondok sebutannya gitu.

Temen-temen MSPP Batch 2 Putri Berpose Bersama Temen-temen IELTS Super Camp


Jujur aja nih, aku mungkin belum ngerasain secara penuh gimana keseruan para member di agenda gede ini karena posisinya aku nggak tinggal di camp. Aku bareng temen-temen awardee MSPP kan ngekos, hehe, kosnya nggak terpisah pula. Terpisah pun juga karena laki-laki dan perempuan. Masa iya digabungin. Yang jelas, sebagai member GE, aku datang ke acara ini untuk turut memeriahkan. Secara nggak langsung, keseruannya dapet juga meskipun nggak sedalam temen-temen yang berkompetisi. Gimana nggak dalem serunya, mereka udah nyiapin dari jauh-jauh hari. Sedangkan aku, apa yang aku siapain? Paling belajaar aja. Dasar Rajih..

Oiya, agenda ini kalau nggak salah udah ketiga kalinya diadain, keliatan dari tulisannya kan, Safety Cycling 3.0 (three point Ou). Diadain di camp putri Nusantara, tepat di seberang Global English Pare. Terus juga, slogannya bagus banget, mendalam pula artinya. Semacam tamparan buat orang-orang yang ada di sini dan seluruh dunia sih. Hehe. Gimana nggak? Lha slogannya gini eh, "Big or Small the Roads for All" yang artinya kurang lebih "Jalanan, mau jalan gede atua jalan kecil, itu untuk semua orang". Tamparan kan? Iya.. Tamparan. Buat orang yang sering kebut-kebutan di jalan sempit pake motor atau mobil yang entah aku sendiri nggak nyampe buat ngertiin logika mereka yang dengan asyiknya ngebut-ngebut pake bunyiin klakson plus goyang-goyang pula. Dikira jalan punya orang tua dia apa?. Dan ada lagi yang menarik, coba deh baca kalimat-kalimat di bawah slogannya yang ada di foto itu. Abis itu, silahkan dimaknai. Maknanya positif banget. Menghipnotis secara perlahan pada diri kita untuk jadi pelopor utama dalam berkendara yang sopan dan safety. Monggo dibaca lah ya..

Salah satu kelompok camp Male di GE
Balik ke judul, ini tuh ngingetin aku akan masa-masa di pondok dulu. Ada banyak kompetisi di pondok seperti kompetisi majalah dinding, vocal group, english drama contest dan masih banyak lagi. Semua itu diadain untuk kompetisi antar rayon. Nah tadi itu kerasa banget hawa-hawanya untuk memerebutkan gelar juara antar camp. Tiap camp berkumpul menyorakkan jargon mereka, saling mendukung untuk perwakilannya yang sedang unjuk kebolehan di panggung, dan rame-rame foto bareng. Atmosfernya itu lho, kerasa banget kayak di pondok dulu. Tapi yang penting, tetep menjunjung tinggi visi dari acara ini, yaitu mengajarkan untuk berkendara dengan aman.
Panggung depan tempat para member
unjuk kebolehan
Oh iya, dari kemarin-kemarin bahkan udah ada kompetisi bikin video tentang gimana sih bersepeda yang aman itu. Video yang dibikin temen-temen member di tiap camp, dibagikan via instagram dengan menandai akun instagram globalenglishpare. Kocak-kocak videonya. Kalau mau tau, cek aja di instagramnya globalenglishpare. Dari kompetisi yang satu ini, keliatan banget kan edukasi ke masyarakat luasnya. Akun globalenglish sering update via instastory juga tentang safety cycling.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Update di Medsos Pakai Cuplikan Film di Bioskop? Boleh?

Film Dilan 1990 yang sedang tayang di bioskop berhasil meluluhkan hati para penontonnya, pun juga
yang belum nonton pasti dapet spoiler dikit-dikit lah ya dari yang udah nonton. Tak sedikit yang terpukau dengan keromantisan kisah Dilan dan Milea, pun juga sisi pribadinya sehingga banyak yang terinspirasi, atau mulai muncul bumbu-bumbu galau dalam kehidupannya.

Eits, di tulisan ini aku bukan nge-review Film Dilan 1990 loh, tapi membahas salah satu perilaku para penonton Film fenomenal yang didutradarai oleh Fajar Bustomi dan Ayah Pidi Baiq. Mereka baik yang belum maupun sudah menonton pasti pernah update media sosial mereka baik instastory, posting instagram, story di facebook, story di whatsapp dan banyak media soaial lain. Uniknya, banyak cara untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka di medsos dan menggunakan film Dilan sebagai representasi atau juga media pembenar juga pelegitimasi pemikiran serta perasaan mereka. Pasalnya, ada cara yang kurang lazim bagiku.
Cara yang kuran…