Langsung ke konten utama

Bakmi Kadin, Legenda, tapi....


Bakmi melegenda di Yogyakarta ini sangat terkenal. Terbukti dengan banyaknya pengunjung dari yang muda sampai yang tua. Bakmi yang terletak di sebelah Kadin ini merupakan bakmi pertama yang berdiri di Yogya, terang saja jika disebut "melegenda". Apalagi tag line nya "Bakmi Jawanya Jogja", benar-benar menarik perhatian! Menu andalannya jelas bakmi dan bajigur. Anda mencari nasi? Tak ada di sini. Karena di sini khusus untuk Bakmi baik goreng maupun rebus, juga lengkap dengan aneka ragam minuman. 

Hal yang menjadi kekhasannya adalah bagaimana bakminya dimasak. Bukan pakai kompor gas, tapi menggunakan kompor tungku, iya, yang pakai arang itu! Di dalam, ada lebih dari lima gerobak dan masing-masing terdapat kompor tungku serta koki yang sangat mahir dalam memasak bakmi. Kenikmatan dalam menyantap bakmi di sini sangat terasa saat live music dimainkan dengan irama-irama keroncongnya, meskipun tahun lagunya sangat variatif. Benar-benar merasakan suasana di mana bakmi ini eksis pertama kali, yaitu tahun 1947. Terlebih, suasana di dalam ruangan benar-benar memancarkan nuansa klasik.

Rabu lalu, tepatnya tanggal 9 Mei 2018 malam, saya bersama kawan-kawan mengunjungi warung bakmi yang sangat tersohor ini. Karena kami orang baru, dan lapar juga, akhirnya waktu pesan, kami bilang aja, nasi goreng 1 mas. Spontan waiternya bilang, "wah, di sini cuma ada bakmi mas". Hahaha. Ketidaktahuan kami ini kami tepis saja. Akhirnya kami memesan bakmi rebus 3 dan yang goreng 1. Namun, hal yang kurang diinginkan terjadi.

Hampir 20 menit berlalu, pesanan kami belum kunjung datang. Memang sih, kata orang-orang, makan di sini butuh kesabaran untuk menunggu karena antrenya banyak dan memasaknya menggunakan kompor tungku. Hanya saja, ada yang membuat kami berpaling dari kemakluman akan kompor tungku tersebut. Meja sebelah kami kedatangan pengunjung baru dan mereka datang 10 menit setelah kami memesan. Tapi kenapa mereka yang dapat duluan? Itu yang kami heran. Kami sempat bertanya kepada waiter, tapi entah apa yang dikatakan, kami juga kurang memahaminya. Kami tetap sabar hingga pesanan kami datang.

Usai menyantap dan membayar, kami, maunya sih, bayar sendiri-sendiri. Tapi, kasir minta untuk bayar bebarengan aja. Kami sih oke saja. Saat menyiapkan uang untuk membayar, salah satu dari kami mencoba berbicara dengan kasir untuk memberikan saran tentang permasalahan pesanan yang lama tadi dan ada pengunjung baru namun yang baru ini yang didahulukan. Tetapi, tanggapan dari kasir justru di luar dugaan. "Gini ya mas. Tempat ini sudah berdiri sejak 1947. Sistemnya dari dulu sudah seperti ini.", kurang lebih seperti itu tanggapan dari kasir. Kawan saya jadi kurang bersemangat dan tertunduk saja saat berjalan keluar warung. Setelah mendengar ceritanya, saya jadi kurang respect dengan pelayanannya. Meskipun bakmi ini sudah sangat sukses dan kokoh berdiri sejak 70 tahun lalu, perlu juga untuk menerima tanggapan dari konsumen. Paling tidak, ditampung saja dulu, tidak dengan mengedepankan kejayaan selama lebih dari setengah abad tersebut. Saya kira, pelayanan merupakan salah satu yang membuat konsumen akan tetap setia mengunjungi suatu warung. 

Ya, itu uneg-uneg saja. Tempat ini sangat direkomendasikan bagi para penyuka bakmi di manapun anda berada karena enak banget. Tapi, kurang direkomendasikan bagi anda yang sangat mengutamakan pelayanan dan kalau mau buka puasa karena harus menunggu lama, nanti keburu adzan dan belum sempat buka. Sekian.

Komentar

  1. berhasil ngabisin seporsi karena enak 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya, kelezatannya tak sepadan dengan pelayanan. Apa aku yang kurang terbiasa aja ya?

      Hapus
  2. Ak suka rasanya yang luar biasa nikmat kak....
    Buatku menunggu tidak masalah kak....
    Tapi kalau casenya ketika kita yg deluan datang tp meja yg datang setelah kita diberika terlbh dahulu, seenak apapun jdi biasa aja kak......

    Tp percayalah itu kecelakaan dari 100 kali pelayanan yg memuaskan....
    Hehehehhe

    BalasHapus
  3. hehe sayangnya aku ga ikutan ngrasain kekecewaan nunggu kaya kalian ya.. kroncongnya keren abis 👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Komentarin yaa... Saya seneng banget kalau dikomentarin. Terima Kasih :)

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Update di Medsos Pakai Cuplikan Film di Bioskop? Boleh?

Film Dilan 1990 yang sedang tayang di bioskop berhasil meluluhkan hati para penontonnya, pun juga
yang belum nonton pasti dapet spoiler dikit-dikit lah ya dari yang udah nonton. Tak sedikit yang terpukau dengan keromantisan kisah Dilan dan Milea, pun juga sisi pribadinya sehingga banyak yang terinspirasi, atau mulai muncul bumbu-bumbu galau dalam kehidupannya.

Eits, di tulisan ini aku bukan nge-review Film Dilan 1990 loh, tapi membahas salah satu perilaku para penonton Film fenomenal yang didutradarai oleh Fajar Bustomi dan Ayah Pidi Baiq. Mereka baik yang belum maupun sudah menonton pasti pernah update media sosial mereka baik instastory, posting instagram, story di facebook, story di whatsapp dan banyak media soaial lain. Uniknya, banyak cara untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka di medsos dan menggunakan film Dilan sebagai representasi atau juga media pembenar juga pelegitimasi pemikiran serta perasaan mereka. Pasalnya, ada cara yang kurang lazim bagiku.
Cara yang kuran…