Langsung ke konten utama

Postingan

Highlighted

Alergi yang Sungguh Menyiksa

Sudah sejak 2018 kemarin, saya terdiagnosa alergi ke beberapa hal. Mengagetkan, karena sebelumnya tidak bermasalah. Tapi, mulai 2018 akhir, kalau tidak salah, entah kenapa tubuh saya merasakan gatal. Awalnya dari satu titik di paha. Lama-lama menyebar ke kaki, tangan, bahkan di kulit kepala. Tadinya mau cuek saja, siapa tahu nanti sembuh dengan sendirinya, karena dulu pernah terjadi seperti itu tapi hanya satu titik di telapak tangan. Bentuknya bentol tapi ada airnya. Please tidak perlu dibayangkan :)
Semakin menyebar, semakin tidak nyaman. Saya memutuskan untuk periksa ke dokter spesialis kulit di Malang. Dokter mengatakan bahwa gatal saya ini merupakan gatal bakat. Artinya sudah dari sononya. Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa ini bisa jadi karena stress. Hanya saja beliau tidak percaya karena seumuran saya begini tidak mungkin stress, karena mungkin yang dipikirkan hanya studi dan urusan pribadi. Pantas stress jika memikirkan keluarga, mencari nafkah, memikirkan karir, dll. …
Postingan terbaru

Berlebaran di Universiti Sains Malaysia

Jelas sudah kalau lebaran tahun ini berbeda. Pandemi Coronalah penyebabnya. Pulang? Tidak mungkin rasanya. Eh, mungkin sih kalau di Indonesia. Hehe. IYKWIM. Karena kondisi inilah, saya tidak memilih untuk memaksakan diri kembali ke kampung halaman. Lebih baik di sini saja. Aman! Lebarannya? Ya di sini, di dalam kampus, Universiti Sains Malaysia, Penang. Di asrama lebih tepatnya. Seperti foto di atas, saya sholat Idul Fitri bareng teman-teman asrama di musholla. Barisan belakanag adalah kawan-kawan dari Afrika, yang jongkok dari Indonesia semua.
Kok masih saja Sholat Ied berjama'ah?
Iya. Soalnya menurut saya sudah aman sih di sini, jadi saya memutuskan untuk ikut sholat Ied. Di Penang, statusnya sudah Zona Hijau dari Covid-19. Meskipun ikut sholat ied berjamaah, saya masih tetap sholat 5 waktu sendirian di kamar setelah itu. Tetap, saya nggak bermaksud kenapa-kenapa. Hanya untuk sementara berusaha memotong jalur virus saja walaupun virusnya mungkin sudah aman.  
Apa yang unik dari sho…

Pertama Kali Berbahasa Inggris di Depan Publik

Merinding ditambah perasaan yang campur aduk bersatu dalam jiwa raga. Ini yang terjadi sampai pada saat saya menyampaikan presentasi tentang kajian ilmiah saya terkait institusionalisasi dalam pesantren. Jujur saya kurang siap waktu itu. Kajian tentang institusionalisasi masih kurang saya pahami. Otak serasa buntu saat membaca, terlebih literaturnya berbahasa Inggris. 
Sudah sejak 2017 lalu, saya berusaha meningkatkan skill bahasa Internasional yang satu ini, tapi tetap saja perkembangannya sangat minim. Maka, wajar jika selain kurang memahami teori, saya merasa panas dingin lantaran harus menyampaikan kajian ilmiah dengan bahasa Inggris. 
Tantangannya adalah, penyampaian saya harus bisa dipahami oleh orang-orang, dan menunjukkan bahwa saya benar-benar memahami teorinya. Astaga, dengan bahasa Inggris yang masih rendah perbendaharaan kata dan belepotan berbicaranya, saya mulai ragu apakah saya bisa melakuannya. Terlebih saat melihat wajah-wajah para audiens, terkhusus Professor saya, …

Memanfaatkan Sticky Notes

Tau sticky notes? Kerta kecil-kecil yang bisa ditempelin di mana-mana itu.. Itu berguna banget! Saya sendiri ngerasain bergunanya sticky notes. Dia semacam pengingat gitu. Mengingat diri ini tidak punya pacar atau pasangan hidup, jadi yaa yang bisa bantu ngingetin cukup sticky notes dulu hehe. Sticky notesnya ngga perlu yang gede, kecil aja sudah cukup.

Manfaat luar biasa sticky notes sebagai pengingat bisa bermacam-macam. Saya jelasin, ya!

Sebagai Pengingat Prioritas Pekerjaan. Kalau anda sedang banyak pekerjaan dan tugas tapi bingung mau ngerjakan yang mana, gunakanlah sticky notes! Caranya: a) tulis satu per satu tugas-tugas juga pekerjaan anda di tiap lembar sticky notes. Tulis satu, tempel satu. Silahkan tempel di meja belajar atau mungkin di laptop. Saya biasa di laptop atau di meja belajar. Lebih baik di meja belajar biar lebih rapi, kalau di laptop justru akan mengganggu pekerjaan anda karena terkesan berantakan. Setelah semuanya tertulis dan tertempel, b) tentukan prioritas d…

Pelajaran dari Covid-19

Sudah sejak November 2019, kalau tidak salah, Coronavirus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Awalnya dari Wuhan, eh nyebarnya ke mana-mana. Namanya juga virus, bisa dibawa oleh siapa saja. Orang-orang yang ada di China (meskipun bukan warganegara China) jelas kena lebih cepat. Sayangnya mereka juga ke mana-mana, kan! Wajar kalau nyebarnya cepet. Di Indonesia mungkin sudah ada sejak awal tahun 2020, cuma kayaknya waktu itu masih pada santai, as well as pemerintahnya.

Di Malaysia saat ini kebijakannya adalah MCO (Movement Control Order) yang artinya menahan seluruh aktvitas warganegara, bahkan polisi patroli terus. Warga boleh keluar asal tidak ramai-ramai dan hanya untuk beli keperluan yang penting banget seperti makan, bahan pokok dan obat. Entah di Indonesia seperti apa. Saya memandang kebijakan di Indonesia terlalu dibuat riweh dengan banyaknya istilah. Semacam ada kepentingan-kepentingan di balik kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Nanti deh ngomong soal ini.

Penyebaran Coronavir…

Berbagi di MSPP Batch 3

Anda pasti belum tahu MSPP, kan? Anda perlu memperbarui informasi! MSPP itu akronim dari Muhammadiyah Scholarship Preparation program. Sebuah program besutan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang berkolaborasi dengan Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, Lazismu, juga beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan lain-lain yang dirancang untuk menyiapkan kader-kader Muhammadiyah ke jenjang studi lanjut di luar negeri. Tahun ini, total sudah 3 kali diadakan dan bisa disebut MSPP Batch 3. Program ini khusus memberikan pendidikan bahasa Inggris kepada peserta-peserta kader-kader Muhammadiyah dari seluruh Indonesia di lembaga bahasa UMS dan di Kampung Inggris Pare Kediri, tepatnya di Global English, lengkap dengan uang saku per bulan, asrama dan biaya kursus yang sudah tercover oleh MSPP.

Alhamdulillah, karena saya salah satu alumni MSPP Batch 2, saya diundang untuk ikut meramaikan sesi sharing bareng …

Mimpi dan Kemampuan Meraih Mimpi

Salah satu nasihat ayah saya, dengan beliau mengutip kata-kata dari Bapak Menko PMK RI saat ini, yaitu "Bermimpilah setinggi-tingginya. Toh mimpi itu gratis". Ada juga yang mengatakan, "Meraih mimpi itu harus setinggi-tingginya. Kalau kita tak bisa mencapai langit, setidaknya kita masih tersangkut di ujung pohon kelapa yang tinggi".

Foto di atas adalah pemandangan yang saya saksikan melalui jendela pesawat terbang salah satu maskapai Indonesia dari Penang ke Jakarta. Saya bersyukur banget bisa agak berkali-kali menikmati pemandangan kayak gini. Dulu, mentok-mentok ya naik angkot. Lama-lama tahu bagaimana naik bus. Semakin tahun, saya akhirnya mencoba kereta api. Lalu, masa-masa perkuliahan S1 lah yang membuat saya pertama kalinya menikmati moda transportasi udara, yaitu pesawat terbang. Ini salah satu mimpi, tapi bukan inti.

Semua orang punya mimpi yang beragam. Bahkan, sesederhana ingin tahu rasanya bagaimana naik pesawat terbang. Saya pribadi juga punya banyak m…