Belajar Filsafat. Sesatkah?

Kalau ada pertanyaan, filsafat itu apa sih?
Pasti jawabannya :

FILSAFAT ITU SESAT!
FILSAFAT ITU BIKIN PUSING
FILSAFAT ITU RUWET
FILSAFAT ITU ......

dan lain-lain. Monggo dilanjutkan sendiri, kalau perlu dikomentarin di bawah juga nggak apa-apa.

Sejujurnya, aku sendiri agak risih kalau misal filsafat itu bikin sesat dan lain-lain karena sebenernya manusia itu berfikir pasti mereka berusaha untuk berfilsafat dong.

Sebelum jauh membahas tentang sesat nggaknya filsafat, mending ditelusuri dulu, sebenernya filsafat itu apa sih. Apa bener filsafat itu ngerusak?

Filsafat itu kan diambil dari kata philos dan sophia . Artinya cinta kebijaksanaan. Sejarahnya, dulu itu buanyak orang-orang yang sombong karena kepintaran dan kebijaksanaan mereka bahkan menggunakan kepintaran mereka untuk yang nggak baik. Mereka tidak mau membumi dan tidak mau pendapatnya ditentang atau pendapat mereka itu sifatnya absolut. Akhirnya mereka dijulukin kaum sophis sesuai dengan sophia itu tadi yaitu orang-orang yang bijaksana. Sedangkan para tokoh filsafat khususnya Phytagoras, kurang suka dengan hal tersebut. Phytagoras memang termasuk orang yang pintar tapi dia nggak merasa paling bijaksana, dia hanya suka dengan kebijaksanaan. Maka dari itu, mereka nggak mau kalau pendapat mereka itu paling benar, jadi mereka akan terus mencari dan mencari, mempertanyakan dan terus mempertanyakan tapi tetap cinta dengan bijaksana dan tak menodai kebijaksanaan itu sendiri. Jadi mereka mempertanyakan sesuatu itu gunanya untuk kebaikan dan bertambahnya ilmu pengetahuan. Pemikiran para filsuf pasti akan diperbaiki dan diperbaiki terus menerus. Jadi, kalau misal berfilsafat itu dianggap sesat, eits tunggu dulu. Kayak gimana dulu orang yang dibilang sesat itu cara berpikirnya.

Di filsafat itu kan ada cara berpikir filsafat. Maksudnya, dalam berfilsafat, biasanya berpikirnya itu kayak berpikir logis atau sesuai sama akal sehat, cara berpikirnya itu runtut nggak loncat-loncat (bukan sambil loncat) tapi kalau memikirkan sebab dari suatu peristiwa misalnya, itu dia berpikir dari awal kenapa bisa terjadi, apa sebabnya dan lain-lain secara urut atau biasa dibilang sistematis atau juga koheren, berpikir kalau semua itu pasti ada hubungannya juga sebab musababnya, berpikir secara menyeluruh soalnya kalau ada yang kelewat pasti hasil berpikirnya jadi agak timpang, trus berpikirnya sampai mendalam atau sampai ke akar-akarnya. Nah, kadang kita itu takut mikir dalem-dalem akhirnya mending milih nggak usah aja dah ntar kenapa-kenapa. Bukan berarti gitu. Kalau ciri yang aku sebutin di atas tadi dipake dengan sempurna, InsyaAllah nggak sesat. Kalau ada yang mempertanyakan yang aneh-aneh soal agama, tunggu dulu, dia sudah berfilsafat dengan benar belum? Bisa jadi pemikiran dia kurang menyeluruh atau kurang sistematis juga akhirnya wajar kalau ada yang bilang sesat. Kenapa Imam Ghazali bisa mempelajari agama lebih dalam? Karena beliau pake metode filsafat yang beliau usahakan sebaik mungin sehingga nggak asal nanya yang aneh-aneh. Makanya dalam berfilsafat juga harus dibarengi sama diskusi, baca buku, Dekat sama Yang di Atas dengan cara memperkuat ibadah, dan nggak sombong kayak kaum sophis.

Yaaa itulah tentang filsafat. Mengklain kalau berfilsafat itu sesat sebenarnya kurang tepat soalnya mereka yang mungkin kelihatan sesat bisa jadi karena pola berpikirnya kurang sesuai sama ciri berpikir filsafatnya. Tulisan ini bukan berarti paling benar, jadi segala masukan tetap aku terima. Semoga tulisan ini paling tidak bisa sedikit membantu untuk membuka pemikiran kita tentang pandangan orang mengenai filsafat ini.

Komentar

Paling Banyak Dibaca

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Pengangkatan mudabbir

Catatan Yudisiumku