Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Teruntuk Semua Mahasiswa Baru

Mahasiswa, status yang kusandang sejak 2012 hingga 2017 lalu. Di hari pertama kegiatan belajar megajar ini (di UMM), aku ingin menggoreskan beberapa saran yang mungkin bisa menjadi pegangan bagi Mahasiswa Baru sebagai motivasi. Mumpung masih awal banget.

Mahasiswa perlu untuk meningkatkan intensitas membaca surat kabar, buku dan jurnal. Hal ini dapat meningkatkan wawasan mereka sehingga argumen yang disampaikan baik lisan maupun tulisan dapat sangat berisi serta berbobot. Selain itu, membaca secara tidak langsung akan meningkatkan daya kritis mahasiswa, sebagai implikasi dari banyaknya pengetahuan yang mereka serap. Mereka bahkan mampu mengaitkan dinamika dalam kajian secara teoritik dengan dinamika yang terjadi dalam dunia nyata. Kemampuan melihat kenyataan dari kacamata bidang ilmu yang dipelajari akan semakin meningkat.

Kemudian, untuk mengasah hasil bacaan mahasiswa, sangat perlu bagi mereka untuk melibatkan diri dalam forum-forum diskusi, baik formal maupun informal, kecil maupu…

Serunya Belajar Merumuskan Kurikulum Bareng FISIP UMM dan Pemateri-Pemateri Keren!

Kemarin, (Jum'at, 26 Juli 2019), aku mengikuti Lokakarya Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum FISIP UMM bareng semua Kaprodi, Sekprodi, Ketua Lab dan perwakilan 2 dosen dari setiap prodi di FISIP. Aku selaku panitia bareng Mas Haryo Prasodjo (Calon Kemenhub Perkeretaapian Indonesia, karena hobi banget sama kereta api) mencoba sebisa mungkin membantu jajaran Dekanat FISIP UMM untuk menyukseskan agenda penting banget yang diadain di Meeting Hall Hotel Kapal Garden Sengkaling ini.

Sebagai dosen baru yang masih anak bawang banget, apalagi masih lulusan S-1, aku merasa sangat terkesan karena sebagian materi-materi yang kudapatkan adalah hal baru dan sebagian lain adalah jawaban atas keresahan-keresahanku selama mengikuti perkuliahan di bangku S-1. Aku merasa bahwa kedepannya ketika aku mengajar, aku sudah ada bekal untuk merumuskan kurikulum yang baik, proporsional, nggak marah-marah aja isinya, dan berarti bagi mahasiswa. Pematerinya adalah Ibu Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si (Dosen Ilm…

Jomblo Stadium 10

Gimana? Udah puas dengan judulnya? Setahun lebih ini, orang-orang melontarkan kata-kata "jomblo" pada diriku. Yaudah sih. Aku bahagia-bahagia aja. Udah biasa juga. Nggak pacaran juga masih hidup kok. Tulisan ini bukan karena keresahanku karena pengen banget punya status "pacaran" lho ya. Nggak! Definitely No!
Aku takut pacaran. Biar orang lain berkata cupu, yang penting aku tak mau lagi bermain-main soal perasaan. Eak! Mungkin aku bakal seperti ini untuk waktu yang lama. Urusan kapan nikah, mengingat saat ini sudah menginjak umur 25 tahun, kuserahin sama Yang Maha Kuasa aja. Semoga ada jalan aja dah. Pertimbangannya banyak sih.
Buat ngejalin hubungan dengan perempuan, aku belum bisa sampai berani menyatakan cinta gitu, atau sampai jadian. Aku perlu memastikan hal-hal berikut: 
1. Apakah aku siap untuk nyeriusin si perempuan ini? 2. Apakah aku punya cukup duit buat biaya pernikahan dan berrumah tangga nanti? (mengingat gaji masih bisa untuk hidup seorang bujang, la…

Meragukan Diri Sendiri

Sebulan yang lalu, aku dipanggil untuk menandatangani perjanjian kerja di Universitas Muhammadiyah Malang.
Akankah anda menebaknya?
Ya! Sesuai dugaan anda, saya jadi karyawan di kampus swasta yang tak diragukan lagi kredibilitasnya ini.

Tapi, saya hanya berbohong soal menjadi karyawan. Sebenarnya, ada realita yang sangat saya dambakan, walaupun pada akhirnya menjadi bom atom bagi diri saya sendiri. Yah, faktanya, sebulan lalu, saya telah menandatangani surat perjanjian kerja sebagai dosen di kampus S-1 saya. Bahagia dong, karena bisa mengabdi untuk kampus yang mendidik saya selama bertahun-tahun. Jurusannya, jelas sosiologi. Asal anda tahu, menjadi dosen kemudian menjadi professor, sudah menjadi cita-cita saya sejak SD dulu. Jadi, ketika saya mendapat kabar akan diterimanya seorang Rajih menjadi dosen, jelas seneng banget. Sangat bahagia! Bersyukur banget! Tak disangka karir menjadi dosen bisa kuraih secepat ini.

Lalu, bagaimana dengan bom atom yang saya sebutkan tadi?
Anda tahu lah,…

Aku Kuliah di Republik Ceko?

Nggak tahan sudah! Aku ingin membuat postingan soal diterimanya aku di salah satu universitas ternama di Republik Ceko/Czech Republic, yaitu Masaryk University di Brno. Konon, kampus ini sudah berdiri semenjak 100 tahun yang lalu. Namanya diambil dari seorang filsuf dan sosiolog bernama Tomas Garrigue Masaryk. Aku diterima di program Master of Cultural Sociology dengan menggunakan bahasa inggris pada proses belajarnya. Tadinya pengen ngeposting soal ini di instagram atau facebook, tapi khawatir dikira sombong dan pamer. Mending ya kuposting di blog saja, soalnya pengunjung blogku kan hampir nggak ada, LOL! Yang penting bisa kuabadikan. Soal pamer itu urusan nomor seribu sekian.

Ini adalah foto amplop berisi surat penerimaan yang kudapatkan langsung dari Masaryk University Ceko. Ternyata, Letter of Acceptance tidak cukup lewat email saja, tapi juga diposin langsung ke rumah. Sebulan setelah aku dikabarin kalau aku diterima, aku nerima kiriman itu. Yah, seorang ndeso kayak aku, yang ngg…

Melawan Keteraturan, Indonesia Banget?

Kamu lihat sesuatu nggak di foto ini?
Apa? Biasa aja?
Kamu berarti perlu sedikit belajar mengawang-awang soal masalah sosial di sekitarmu. Meskipun saya bukan ahli analisa sosial, saya paling nggak bisa sekonyong-konyong mikir ke mana-mana kalau lihat ada hal nyentrik dalam kehidupan sosial di sekitar saya, walaupun saya akui, analisa saya nggak sehebat bapak ibu dosen di kampus-kampus, para praktisi yang sering turun dalam menangani kasus-kasus penyimpangan sosial, atau pemerintah. Saya akui juga, saya kurang memahami kondisi di desa tempat saya tinggal saya sendiri, malahan saat pindah ke daerah lain, otak saya justru mulai aktif menganalisa sana sini. Paling nggak, melalui tulisan ini, saya mau mengajak diskusi para pembaca yang terhormat.

Ini yang saya temukan sepanjang saya tinggal di Jakarta. Kurang lebih bisa dihitung sebulan, kalau dijumlah-jumlahkan. Gambar ini saya ambil waktu naik ojek menuju penginapan, dan posisi sudah sangat lelah karena perjalanan jauh dan menenteng ta…

How Interesting is Sociology?

I am oftenly asked, "Sociology? What kind of major is that?", with cynical expression. Many people underestimate Sociology as they think that Sociology is not as famous as accountancy, civil engineering, or other prominent major in Indonesia. Sometimes, I feel upset due to their underesimating behaviour. They did not know that sociology is an important discipline which can teach people to understand themselves from any perspective, know deeply their problems and solve their solutions. The problems are the facts that they do not know the essence of Sociology as a knowledge and they do not want to know. I am not sure, but in abroad, Sociology can be the most favourite major that people want to learn. This condition has urged me to give more understanding regarding to Sociology for Indonesian throuh my works like this blog, my videos on YouTube, also my podcast.

Sociology is really interesting. Studying this major will impact to your mind. You will easily aware to any social c…

The Most Effective Way To learn English

Learning English might be important for some people due to their certain purposes, for instance, study abroad, or getting a job in other countries. For me, learning English is crucial for anyone either old or young people in the world because of inevitability for them to face the global condition which really need to use English in communication, especially for Indonesian. Why for Indonesian? In my opinion, a lot of people in Indonesia might need to be taught how to speak English or at least they know that learning English is important for them. Such condition might complicate them to communicate with foreign people due to their inability to speak English and the opportunity to compete with other country perhaps will tend to be very small. Therefore, in any sectors like education, economy, law, politics, and so on, Indonesian must be able to compete many developed countries all over the world.

Regarding to learning English, I have some tips which, perhaps, are able to make you feel e…

SUKA DUKA MEMPERJUANGKAN STUDI LUAR NEGERI Bagian 2

Lanjutan...
Jadi, 2 tahunku yang nampak sebagai orang "nganggur tak punya pekerjaan dan kerjaan" jika dibandingkan teman-temanku atau para kerabat, kuisi dengan belajar bahasa, tes bahasa, nyari info kampus, mbandingin, daftar-daftar kampus dengan persyaratan yang seadanya, nerjemahin dokumen-dokumen, coba-coba daftar beasiswa meskipun sering submit di injury time karena sok-sok pengen nulis essay bagus, juga sampai bikin personal statement atau motivation letter buanyak dengan tujuan kampus bermacam-macam. Yah... sampai sering banget scan dokumen, ke dosen, scan, ke dosen lagi. Banyak. Sempet juga daftar ke sebuah kampus yang mengharuskan aku ngirim berkas asli ke sana di mana biayanya mahal banget, namun apa daya dokumennya nggak nyampai juga. Tuhan Maha Berkehendak dan Maha Mengatur Segalanya. Eits, yang namanya ngedatengin edufair, udah berapa kali tuh.

Begitulah...

Tapi aku dapet pelajarannya. Yang tadinya nggak punya SKCK akhirnya jadi tahu gimana ngurusnya. Tahu juga …

SUKA DUKA MEMPERJUANGKAN STUDI LUAR NEGERI

Mewujudkan agar bisa kuliah di luar negeri nggak semudah ngomong "aku pasti bisa kuliah di luar negeri". Wuih bener capek. Yang nggak pengen capek, mending mikir-mikir dulu dah buat kuliah ke luar negeri. Suer deh. Daripada nggak jadi. Ini aja aku masih ragu apa aku bakal kuat. Tapi, selama masih optimis, pasti Yang Maha Kuasa bakal ngasih jalan.

Ceritanya...
Pelan-pelan ya. Flashback dulu.

Saat SD, aku berkeinginan dan bercita-cita ingin menjadi Professor. Agar bisa memberikan kontribusi penting bagi bangsa. Aku ingin bisa memajukan bangsaku dengan menjadi seorang professor.

Waktu berlalu, aku masih ingat dengan cita-cita seorang anak SD yang culun itu, walau dia pernah
juara kelas di saat akhir kelas 6 SD. Hahaha. Saat studi di pondok, aku banyak berkegiatan menulis, berjibaku dengan komputer dan kesekretariatan, serta pengalaman organisasi lain. Secara akademik, rendah! Tapi, aku semacam tak peduli. Yang penting jalani dulu aja. Singkatnya, aku lulus dengan lega, mengabdi…

LEGALISASI BERKAS SEBELUM STUDI KE LUAR NEGERI

Baca ini biar nggak salah langkah kayak aku!
Biar nggak bolak balik ke Jakarta juga.
Karena lembaga-lembaga ini nggak akan peduli dengan apapun kondisimu.
Ini kutulis tanggal 1 Februari 2019.
Baca sampai selesai!

Sebelum ke luar negeri, tentu kita butuh dong yang namanya visa. Visa kita akan terbit setelah kita membuat janji temu di kedutaan, atau terserah sih, pokoknya sesuai dengan ketentuan dari kedutaan negara tujuan. Apalagi kalau ke luar negerinya dalam rangka untuk studi. Pada tulisan ini, aku pengen coba jelasin sedikit mekanisme terkait pengurusan beberapa berkas sebelum studi ke luar negeri, yaitu soal legalisasi berkas-berkas penting kayak SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), Ijazah dan transkrip S-1, Akta Kelahiran, dan lain-lain.

Mungkin tiap negara tujuan itu berbeda-beda ketentuan. Nah, kebetulan, aku kan keterima di Masaryk University Republik Ceko nih buat kuliah S-2 (semoga bisa berangkat. balik lagi sih sama ketentuan Yang Maha Kuasa). Kampus tujuanku nyaratin bu…

Hutan Pinus Semeru: Dengarkan Suara Alam Di Sana!

Ternyata, ada loh tempat yang masih alami banget buat menikmati suasana hutan pinus di Malang! Tadinya kalau aku pengen lihat pinus-pinusan, yaa tinggal ke kota Batu aja soalnya di sana ada Coban Talun dan Coban Rais. Tapi, kedua tempat itu udah nggak sealami dulu karena banyak wahana-wahananya. Maksudnya, wahananya semacam mengurangi nuansa pepohonannya. Sedangkan di HPS (Hutan Pinus Semeru) ini, beuh! Emang sih banyak spot fotonya. Tapi, pepohonan banget, man! Sueger suasananya. Aku bareng teman-temanku (Firrizqi, Krisna, Mbak Naqiya, Mbak Nisa dan Mas Rahman) mencoba iseng bermain ke tempat yang konon katanya sejuk nan nyaman buat refreshing!

Di mana tempatnya?
Hutan Pinus ini ada di kaki gunung Semeru. Makanya namanya hutan pinus semeru. Tepatnya di Dukuh Arjosari kalau nggak salah, Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Biar gampang, liat GPS aja! Udah ada kok😁


Ada apa aja di sana?
Banyak! Kamu bakal nemuin:
- Spot foto yang gokil. Di awal kamu masuk pintu depan, ka…

Ngecat Tembok Orang di Kampung Hijau Kota Batu

Keren, jooonn! Satu kata yang terbesit dalam hati dan pikiran saat pertama melihat lukisan karya adek-adekku di salah satu sudut Kampung Hijau di Desa Beji Kota Batu Jawa Timur ini. Mereka (Rahmi Rabbani/Rara, Dhia Amira/Mira, juga teman mereka yang juga satu pondok denganku yaitu Abdurrahman Daud/Daud) dengan asyiknya melukis di tembok rumah warga tanpa nampak rasa lelah.
Sek-sek, tunggu. Ini bukan aku promosi Kampung Hijaunya lho ya, meskipun secara nggak langsung bisa semacam ngepromoin sih, hahaha. Aku cuma ingin ngangkat lukisan mereka aja. Mereka ngecat ntu tembok dalam rangka lomba mural. Deadlinenya pas tadi malem (13/1). Jadi,
ngebutlah mereka. Ceritanya, mereka berkelompok. Unik! Yang mereka gambar itu ada dinosaurus gede, ada yang keluar dari bunga, ada yang berlapis tempe, pokoknya lucu dah! Katanya, temanya sih purbakala.

Di luar nalar sih. Soalnya, waktu mereka tuh mepet. Seingetku, sejak hari Jum'at mereka udah mulai dan nggak lancar gitu aja. Hujan mulu! Udah gitu…

Aku Bukan Kakak yang Baik

Tadi malam, aku melakukan hal yang tak bisa dimaafkan untuk seorang kakak. Bagiku, itu sangat tak pantas. Meskipun tak sengaja, tapi, karena perlakuanku yang kurang sabar, akhirnya ada bagian dari tubuh adik bungsuku tersakiti. Seketika ia menangis keras, dan secara reflek, kugendong dia dan menenangkannya, sembari menghibur dan berkali-kali mengelus bagian yang sakit sembari melontarkan perkataan, "sembuh sembuh.. sembuh sembuuh", beserta nada seperti seakan menyanyi namun dengan melodi paling spontan. Aku takut, takut jika terjadi apa-apa pada adikku, dan itu semua salahku. Sembari kutenangkan dia, dan menahan air mata yang semakin memaksa untuk mengalir dari mataku, saat itu juga teringat banyaknya dosa-dosaku pada adik-adikku yang lain. Tak satupun dari mereka yang tak pernah kusakiti saat mereka masih kecil. Ya! Oleh seorang kakak pertama dari 7 bersaudara.

Kuakui, semakin berlalunya waktu, hati dan pikiran manusia juga semakin dewasa. Begitu pula denganku. Dulu, sakin…