Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Hutan Pinus Semeru: Dengarkan Suara Alam Di Sana!

Ternyata, ada loh tempat yang masih alami banget buat menikmati suasana hutan pinus di Malang! Tadinya kalau aku pengen lihat pinus-pinusan, yaa tinggal ke kota Batu aja soalnya di sana ada Coban Talun dan Coban Rais. Tapi, kedua tempat itu udah nggak sealami dulu karena banyak wahana-wahananya. Maksudnya, wahananya semacam mengurangi nuansa pepohonannya. Sedangkan di HPS (Hutan Pinus Semeru) ini, beuh! Emang sih banyak spot fotonya. Tapi, pepohonan banget, man! Sueger suasananya. Aku bareng teman-temanku (Firrizqi, Krisna, Mbak Naqiya, Mbak Nisa dan Mas Rahman) mencoba iseng bermain ke tempat yang konon katanya sejuk nan nyaman buat refreshing!

Di mana tempatnya?
Hutan Pinus ini ada di kaki gunung Semeru. Makanya namanya hutan pinus semeru. Tepatnya di Dukuh Arjosari kalau nggak salah, Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Biar gampang, liat GPS aja! Udah ada kok😁


Ada apa aja di sana?
Banyak! Kamu bakal nemuin:
- Spot foto yang gokil. Di awal kamu masuk pintu depan, ka…

Ngecat Tembok Orang di Kampung Hijau Kota Batu

Keren, jooonn! Satu kata yang terbesit dalam hati dan pikiran saat pertama melihat lukisan karya adek-adekku di salah satu sudut Kampung Hijau di Desa Beji Kota Batu Jawa Timur ini. Mereka (Rahmi Rabbani/Rara, Dhia Amira/Mira, juga teman mereka yang juga satu pondok denganku yaitu Abdurrahman Daud/Daud) dengan asyiknya melukis di tembok rumah warga tanpa nampak rasa lelah.
Sek-sek, tunggu. Ini bukan aku promosi Kampung Hijaunya lho ya, meskipun secara nggak langsung bisa semacam ngepromoin sih, hahaha. Aku cuma ingin ngangkat lukisan mereka aja. Mereka ngecat ntu tembok dalam rangka lomba mural. Deadlinenya pas tadi malem (13/1). Jadi,
ngebutlah mereka. Ceritanya, mereka berkelompok. Unik! Yang mereka gambar itu ada dinosaurus gede, ada yang keluar dari bunga, ada yang berlapis tempe, pokoknya lucu dah! Katanya, temanya sih purbakala.

Di luar nalar sih. Soalnya, waktu mereka tuh mepet. Seingetku, sejak hari Jum'at mereka udah mulai dan nggak lancar gitu aja. Hujan mulu! Udah gitu…

Aku Bukan Kakak yang Baik

Tadi malam, aku melakukan hal yang tak bisa dimaafkan untuk seorang kakak. Bagiku, itu sangat tak pantas. Meskipun tak sengaja, tapi, karena perlakuanku yang kurang sabar, akhirnya ada bagian dari tubuh adik bungsuku tersakiti. Seketika ia menangis keras, dan secara reflek, kugendong dia dan menenangkannya, sembari menghibur dan berkali-kali mengelus bagian yang sakit sembari melontarkan perkataan, "sembuh sembuh.. sembuh sembuuh", beserta nada seperti seakan menyanyi namun dengan melodi paling spontan. Aku takut, takut jika terjadi apa-apa pada adikku, dan itu semua salahku. Sembari kutenangkan dia, dan menahan air mata yang semakin memaksa untuk mengalir dari mataku, saat itu juga teringat banyaknya dosa-dosaku pada adik-adikku yang lain. Tak satupun dari mereka yang tak pernah kusakiti saat mereka masih kecil. Ya! Oleh seorang kakak pertama dari 7 bersaudara.

Kuakui, semakin berlalunya waktu, hati dan pikiran manusia juga semakin dewasa. Begitu pula denganku. Dulu, sakin…