Langsung ke konten utama

Aku Bukan Kakak yang Baik

Tadi malam, aku melakukan hal yang tak bisa dimaafkan untuk seorang kakak. Bagiku, itu sangat tak pantas. Meskipun tak sengaja, tapi, karena perlakuanku yang kurang sabar, akhirnya ada bagian dari tubuh adik bungsuku tersakiti. Seketika ia menangis keras, dan secara reflek, kugendong dia dan menenangkannya, sembari menghibur dan berkali-kali mengelus bagian yang sakit sembari melontarkan perkataan, "sembuh sembuh.. sembuh sembuuh", beserta nada seperti seakan menyanyi namun dengan melodi paling spontan. Aku takut, takut jika terjadi apa-apa pada adikku, dan itu semua salahku. Sembari kutenangkan dia, dan menahan air mata yang semakin memaksa untuk mengalir dari mataku, saat itu juga teringat banyaknya dosa-dosaku pada adik-adikku yang lain. Tak satupun dari mereka yang tak pernah kusakiti saat mereka masih kecil. Ya! Oleh seorang kakak pertama dari 7 bersaudara.

Kuakui, semakin berlalunya waktu, hati dan pikiran manusia juga semakin dewasa. Begitu pula denganku. Dulu, saking emosinya pada adik-adikku yang menangis tak henti-hentinya, ditambah umurku juga tak jauh dari mereka serta belum mampu mengontrol kejengkelan, seringkali amarahku terluapkan dengan menyakiti mereka, entah memukul, memaki, dengan tak segan-segan. Tak ada yang kupikirkan selain kepentinganku sendiri. Tak pernah terbesit dalam hati bahwa adikku itu masih belajar, makanya agak jengkelin. Tapi, aku tak peduli. Yang ada malah saling memukul. Keras! Masih segar dalam ingatan bagaimana aku memukul adik-adikku karena mereka memukuliku dengan mainan mereka. Saling menyalahkan, bersaing dengan cara tak baik, dan maish banyak lagi.

Semakin lama, adikku semakin banyak. Aku semakin belajar arti bagaimana menjadi seorang kakak. Sangat perlu berkorban, bersabar, berusaha untuk inisiatif, memberi contoh, terlebih anak petama. Bahkan aku bisa jadi contoh utama bagi mereka. Jika ingin kutulis dosa-dosaku secara terperinci, lebih baik kusampaikan saja kepada Yang Maha Kuasa. Semoga Tuhan mengampuni, dan semoga adik-adikku semua baik-baik saja.

Aku ternyata masih perlu belajar untuk bersabar. Yang perlu kuingat adalah bahwa dunia anak-anak berbeda dengan duniaku, dunia orang dewasa. Perilaku mereka seringkali menjengkelkan, namun, apa daya wong mereka kan anak-anak. Punya rasa ingin tahu yang tinggi. Sedang dalam masa aktif-aktifnya, stamina yang kuat dan pertumbuhan kecerdasan mereka. Aku harus sabar. Walaupun seringkali aku menyalahkan diriku sendiri.

Ternyata memang aku belum siap berrumah tangga, apalagi punya anak nanti. Apakah aku bisa bersabar menghadapi tingkah polah anak-anakku nanti yang super lincah? Apakah aku akan marah besar saat mereka menggangguku tatkala aku sedang menyelesaikan pekerjaanku? Aku harus menyiapkan diri. Aku tak ingin anak-anakku nanti menjadi ladnag luapan emosiku. Aku tak mau! Aku tak tega! Mereka masih anak-anak, belum mengerti banyak hal. Kepolosan dan keluguan mereka, jika terkoyak-koyak oleh amarah dariku sebagai orang tua, maka habislah sudah riwayat pertumbuhan emas anakku nanti. Aku tak mau merusak mereka!

Siapapun anda, kakak, atau orang tua, sayangilah adik-adik atau anak-anak anda, atau saudara-saudara anda. Ajarkanlah kebaikan pada mereka agar mereka menjauhi kekerasan, dan mereka nantinya menggunakan pikiran-pikiran yang lebih baik dalam memecahkan solusi daripada harus bertengkar. Berikanlah suguhan-suguhan yang baik untuk tumbuh kembang mereka, karena anak-anak banyak melakukan imitasi atau meniru. Jika kita banyak kekerasan, mereka akan ikut mencontoh kekerasan pula. Bahkan diterapkan di mana-mana. Bisa dari perilaku keseharian, tayangan televisi dan lain-lain.

Aku hanya seorang kakak hina, yang masih berusaha menjadi manusia sabar untuk melihat dan ikut mengantarkan bersama perkembangan diri mereka menuju yang mereka cita-citakan. Aku sangat berharap kami bisa hidup rukun saat kami sudah berkeluarga masing-masing. Aku sayang kalian, adik-adikku.

Untuk Adik-adikku::
Rahmi Rabbani
Dhia Amira
Ashja Sabira
Meiriza Adya Labibah
Akhtar Razana
Umar Ali Abdullah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

LEGALISASI BERKAS SEBELUM STUDI KE LUAR NEGERI

Baca ini biar nggak salah langkah kayak aku!
Biar nggak bolak balik ke Jakarta juga.
Karena lembaga-lembaga ini nggak akan peduli dengan apapun kondisimu.
Ini kutulis tanggal 1 Februari 2019.
Baca sampai selesai!

Sebelum ke luar negeri, tentu kita butuh dong yang namanya visa. Visa kita akan terbit setelah kita membuat janji temu di kedutaan, atau terserah sih, pokoknya sesuai dengan ketentuan dari kedutaan negara tujuan. Apalagi kalau ke luar negerinya dalam rangka untuk studi. Pada tulisan ini, aku pengen coba jelasin sedikit mekanisme terkait pengurusan beberapa berkas sebelum studi ke luar negeri, yaitu soal legalisasi berkas-berkas penting kayak SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), Ijazah dan transkrip S-1, Akta Kelahiran, dan lain-lain.

Mungkin tiap negara tujuan itu berbeda-beda ketentuan. Nah, kebetulan, aku kan keterima di Masaryk University Republik Ceko nih buat kuliah S-2 (semoga bisa berangkat. balik lagi sih sama ketentuan Yang Maha Kuasa). Kampus tujuanku nyaratin bu…