Langsung ke konten utama

Jomblo Stadium 10

Dipotret oleh samwan

Gimana? Udah puas dengan judulnya?
Setahun lebih ini, orang-orang melontarkan kata-kata "jomblo" pada diriku. Yaudah sih. Aku bahagia-bahagia aja. Udah biasa juga. Nggak pacaran juga masih hidup kok. Tulisan ini bukan karena keresahanku karena pengen banget punya status "pacaran" lho ya. Nggak! Definitely No!

Aku takut pacaran. Biar orang lain berkata cupu, yang penting aku tak mau lagi bermain-main soal perasaan. Eak! Mungkin aku bakal seperti ini untuk waktu yang lama. Urusan kapan nikah, mengingat saat ini sudah menginjak umur 25 tahun, kuserahin sama Yang Maha Kuasa aja. Semoga ada jalan aja dah. Pertimbangannya banyak sih.

Buat ngejalin hubungan dengan perempuan, aku belum bisa sampai berani menyatakan cinta gitu, atau sampai jadian. Aku perlu memastikan hal-hal berikut: 

1. Apakah aku siap untuk nyeriusin si perempuan ini?
2. Apakah aku punya cukup duit buat biaya pernikahan dan berrumah tangga nanti? (mengingat gaji masih bisa untuk hidup seorang bujang, lapuk pula) 
3. Apakah ketika nyeriusin dia, ada orang yang merasa tersakiti?
4. (Ini yang paling penting) Apakah orang tua setuju? 
5. Apakah aku siap bekerja sama dengannya nanti?
6. (Ini juga penting) Apakah aku akan khilaf dan sampe deket banget sama dia sebelum halal dan nikah??

Bejibun dah pertimbangannya. Sebenernya, nomor 6 bisa diatur. Nomor 5 juga. Pun juga nomor 2 dan 1. Nomor 4, lambat laun juga orang tua akan bisa mempertimbangkan dan nggak sampe berbelit-belit, meskipun (maaf, jujur aja) kemarin terkesan kayak gitu.  Nomor 3 ini nih. Berat. Bisa jadi kalau aku nyeriusin seorang perempuan, akan ada yang tersakiti baik laki-laki yang suka sama si perempuan yang mau kuseriusin, atau mungkin perempuan yang (entah ya, ada apa nggak. Kayaknya nihil :D) suka sama aku. Hahahaha. Aku agak trauma soal ini sih, sampai-sampai, saking traumanya, aku pergi jalan-jalan sendirian (literally sendirian) untuk sekedar menghibur diri aja. Contoh: ke bioskop (bahkan pernah seminggu 4 kali), maen-maen sendiri di Gamezone, menikmati keindahan alam, bahkan sampai muter-muter malang pakai mobil sambil dengerin lagu-lagu yang fun. Untung ada duit sendiri.

Prinsip kayak gini kok entah ya masih melekat. Jadi, buat maju ke depan memberanikan diri nyeriusin seseorang, aku maish takut. Pintu utamanya sih izin orang tua. Kalau orang tua ngizinin buat nyari, ya kucari. Mesekipun juga agak terkendala di kriteria. Bisa jadi kriteriaku berbeda dengan kriteria dari orang tua, dengan segala pertimbangan. Tetep aja memang jadi agak berat sampai sekarang. Nggak bermaksud nyalahin orang tua. Mungkin belum saatnya aja aku maju ke fase kehidupan yang baru. Mungkin Allah pengen aku memperbaiki diri dulu, biar dewasa dulu. Ini harusnya jadi motivasi biar aku sesegera mungkin buat jadi ornag yang mampu mengontrol emosi dan lebih dewasa. 

Yup! Inilah kejombloan akut stadium 10. Gimana dengan kamu? 
Oh, sudah mau menikah toh. Yaudah, met bahagia ya.
Met bahagia juga yang pernah membuatku bahagia dulu. Semoga kamu bahagia selamanya dengan pilihan barumu. Kamu hebat! Aku masih perlu belajar lagi biar bisa nyusul kayak kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

LEGALISASI BERKAS SEBELUM STUDI KE LUAR NEGERI

Baca ini biar nggak salah langkah kayak aku!
Biar nggak bolak balik ke Jakarta juga.
Karena lembaga-lembaga ini nggak akan peduli dengan apapun kondisimu.
Ini kutulis tanggal 1 Februari 2019.
Baca sampai selesai!

Sebelum ke luar negeri, tentu kita butuh dong yang namanya visa. Visa kita akan terbit setelah kita membuat janji temu di kedutaan, atau terserah sih, pokoknya sesuai dengan ketentuan dari kedutaan negara tujuan. Apalagi kalau ke luar negerinya dalam rangka untuk studi. Pada tulisan ini, aku pengen coba jelasin sedikit mekanisme terkait pengurusan beberapa berkas sebelum studi ke luar negeri, yaitu soal legalisasi berkas-berkas penting kayak SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), Ijazah dan transkrip S-1, Akta Kelahiran, dan lain-lain.

Mungkin tiap negara tujuan itu berbeda-beda ketentuan. Nah, kebetulan, aku kan keterima di Masaryk University Republik Ceko nih buat kuliah S-2 (semoga bisa berangkat. balik lagi sih sama ketentuan Yang Maha Kuasa). Kampus tujuanku nyaratin bu…