Langsung ke konten utama

Serunya Belajar Merumuskan Kurikulum Bareng FISIP UMM dan Pemateri-Pemateri Keren!

Foto bersama para pemateri, dekanat dan beberapa dosen FISIP. Aku nggak ikut.
Kemarin, (Jum'at, 26 Juli 2019), aku mengikuti Lokakarya Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum FISIP UMM bareng semua Kaprodi, Sekprodi, Ketua Lab dan perwakilan 2 dosen dari setiap prodi di FISIP. Aku selaku panitia bareng Mas Haryo Prasodjo (Calon Kemenhub Perkeretaapian Indonesia, karena hobi banget sama kereta api) mencoba sebisa mungkin membantu jajaran Dekanat FISIP UMM untuk menyukseskan agenda penting banget yang diadain di Meeting Hall Hotel Kapal Garden Sengkaling ini.

Sebagai dosen baru yang masih anak bawang banget, apalagi masih lulusan S-1, aku merasa sangat terkesan karena sebagian materi-materi yang kudapatkan adalah hal baru dan sebagian lain adalah jawaban atas keresahan-keresahanku selama mengikuti perkuliahan di bangku S-1. Aku merasa bahwa kedepannya ketika aku mengajar, aku sudah ada bekal untuk merumuskan kurikulum yang baik, proporsional, nggak marah-marah aja isinya, dan berarti bagi mahasiswa. Pematerinya adalah Ibu Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si (Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UMM yang merupakan asesor BAN-PT dan juga salah satu perintis kejayaan UMM), Bapak Dr. J. Endrotomo, M.Ars (Dosen Arsitektur ITS sekaligus Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan DIKTI) dan Pak Galih Wasis Wicaksono, M.Cs (Dosen Informatika UMM yang menjadi salah satu pioneer program "Lective" untuk mempermudah perumusan RPS). Keren, kan?

Pak Endrotomo sedang menyampaikan materi
Lokakarya ini mengajarkan bahwa dosen harus memerhatikan isi dari materi yang akan ia sampaikan. Sehingga, sangat perlu untuk membuat kurikulum yang mampu mencapai "Capaian Pembelajaran" dan akhirnya melahirkan Profil Lulusan yang sesuai. Nentuin profil lulusan juga harus melalui lokakarya yang melibatkan berbagai pihak seperti dosen di lingkungan prodi, alumni, stakeholders, dll. biar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bagian yang paling menjawab keresahanku adalah mengenai metode pembelajaran. Mungkin selama ini yang dilakukan adalah dosen banyak memberikan nilai di UTS dan UAS, sehingga mahasiswa nilainya jelek meskipun tugas dan kehadirannya itu bagus. Hal ini kan sama aja dengan menilai di hasil aja, prosesnya nggak. Kasihan kan mahasiswanya? Lalu gimana dengan mahasiswa yang kehadirannya super parah, tugas jarang ngumpulin, lalu UTS dan UAS nya nyontek plus nggak ketahuan. Alhasil dia bisa dapet nilai A karena UTS dan UAS nya emang bagus, dan sistem penilaiannya emang dibikin gede di UAS dan UTS. Kurang adil kan? Sehingga di materi yang kudapatkan kemarin, esensinya adalah membuat strategi serta perencanaan pembelajaran yang sifatnya student center learning yang isinya adalah membuat mahasiswa semakin aktif, agar penilaiannya secara nggak langsung ya di keaktifan mahasiswa dalam berproses itu. Nggak hanya di ujian.

Lokakarya yang diawali dengan permasalahan perumusan kurikulum yang menyesuaikan akreditasi ini bener-bener membuka konstruk mengajar yang menggunakan metode lama. Mungkin seharusnya nggak hanya perwakilan dosen dan kaprodi sekprodi aja yang dateng ya, tapi seluruh dosen, biar pada paham bagaimana perkembangan kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia samapi saat ini. Yang bikin aku semakin apresiasi adalah materi tentang aplikasi Lective. Lective merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh dosen Informatika UMM untuk memudahkan dosen-dosen dalam mengembangkan dan merumuskan kurikulum serta RPS nya. Tentu tujuannya untuk melahirkan konsep pendidikan yang lebih bermutu, berisi, dan student center learning. The best dah! Sayangnya aku masih alumni S-1 dan belum punya NIDN. Jadi, belum bisa ngajar, belum bisa bikin akun Lective dan belum bisa laen laen dah!!!! Pengen segera berangkat S-2 di luar negeri rasanya! Mohon doanya ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

LEGALISASI BERKAS SEBELUM STUDI KE LUAR NEGERI

Baca ini biar nggak salah langkah kayak aku!
Biar nggak bolak balik ke Jakarta juga.
Karena lembaga-lembaga ini nggak akan peduli dengan apapun kondisimu.
Ini kutulis tanggal 1 Februari 2019.
Baca sampai selesai!

Sebelum ke luar negeri, tentu kita butuh dong yang namanya visa. Visa kita akan terbit setelah kita membuat janji temu di kedutaan, atau terserah sih, pokoknya sesuai dengan ketentuan dari kedutaan negara tujuan. Apalagi kalau ke luar negerinya dalam rangka untuk studi. Pada tulisan ini, aku pengen coba jelasin sedikit mekanisme terkait pengurusan beberapa berkas sebelum studi ke luar negeri, yaitu soal legalisasi berkas-berkas penting kayak SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), Ijazah dan transkrip S-1, Akta Kelahiran, dan lain-lain.

Mungkin tiap negara tujuan itu berbeda-beda ketentuan. Nah, kebetulan, aku kan keterima di Masaryk University Republik Ceko nih buat kuliah S-2 (semoga bisa berangkat. balik lagi sih sama ketentuan Yang Maha Kuasa). Kampus tujuanku nyaratin bu…