Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Demam Naruto

Pertama, abaikan rambut yang berantakan ini, meskipun yaa anda pasti memperhatikan karena nampak jelas ya. Hahaha. Kedua, ini adalah mata sharingan. Jelas bukan betulan, hanya hadil editan dari inisiatif iseng yang tiba-tiba muncul di kepala.
Lima bulan terakhir (kalau tidak salah) saya sedang menikmati perjalanan hidup bocah rubah ekor sembilan, yaitu Naruto. Pertama saya tidak terlalu paham Naruto itu bagaimana. Dulunya, kartun jepang yang saya suka yaitu Doraemon, Ninja Hattori, dan lain-lain. Tambahannya yang saya suka yaitu One Punch Man. Super lucu! Nggak sabar buat nunggu Season 3 nya. Selain kartun, saya juga suka nonton Kamen Rider dan sesekali ke Super Sentai atau Ultraman. 
Eh, kok yaa hal ini terjadi. Saya tuh sengaja langganan Netflix biar bisa belajar bahasa Inggris. Setelah selesai nonton Sherlock, kok rasa bosan mulai muncul. Saya coba iseng nonton One Punch Man lagi (adanya yang Season 1 kalau di Netflix). Kebosanan semakin menjadi-jadi karena sudah paham ceritanya. Kecu…

Berlebaran di Universiti Sains Malaysia

Jelas sudah kalau lebaran tahun ini berbeda. Pandemi Coronalah penyebabnya. Pulang? Tidak mungkin rasanya. Eh, mungkin sih kalau di Indonesia. Hehe. IYKWIM. Karena kondisi inilah, saya tidak memilih untuk memaksakan diri kembali ke kampung halaman. Lebih baik di sini saja. Aman! Lebarannya? Ya di sini, di dalam kampus, Universiti Sains Malaysia, Penang. Di asrama lebih tepatnya. Seperti foto di atas, saya sholat Idul Fitri bareng teman-teman asrama di musholla. Barisan belakanag adalah kawan-kawan dari Afrika, yang jongkok dari Indonesia semua.
Kok masih saja Sholat Ied berjama'ah?
Iya. Soalnya menurut saya sudah aman sih di sini, jadi saya memutuskan untuk ikut sholat Ied. Di Penang, statusnya sudah Zona Hijau dari Covid-19. Meskipun ikut sholat ied berjamaah, saya masih tetap sholat 5 waktu sendirian di kamar setelah itu. Tetap, saya nggak bermaksud kenapa-kenapa. Hanya untuk sementara berusaha memotong jalur virus saja walaupun virusnya mungkin sudah aman.  
Apa yang unik dari sho…

Alergi yang Sungguh Menyiksa

Sudah sejak 2018 kemarin, saya terdiagnosa alergi ke beberapa hal. Mengagetkan, karena sebelumnya tidak bermasalah. Tapi, mulai 2018 akhir, kalau tidak salah, entah kenapa tubuh saya merasakan gatal. Awalnya dari satu titik di paha. Lama-lama menyebar ke kaki, tangan, bahkan di kulit kepala. Tadinya mau cuek saja, siapa tahu nanti sembuh dengan sendirinya, karena dulu pernah terjadi seperti itu tapi hanya satu titik di telapak tangan. Bentuknya bentol tapi ada airnya. Please tidak perlu dibayangkan :)
Semakin menyebar, semakin tidak nyaman. Saya memutuskan untuk periksa ke dokter spesialis kulit di Malang. Dokter mengatakan bahwa gatal saya ini merupakan gatal bakat. Artinya sudah dari sononya. Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa ini bisa jadi karena stress. Hanya saja beliau tidak percaya karena seumuran saya begini tidak mungkin stress, karena mungkin yang dipikirkan hanya studi dan urusan pribadi. Pantas stress jika memikirkan keluarga, mencari nafkah, memikirkan karir, dll. …

Pertama Kali Berbahasa Inggris di Depan Publik

Merinding ditambah perasaan yang campur aduk bersatu dalam jiwa raga. Ini yang terjadi sampai pada saat saya menyampaikan presentasi tentang kajian ilmiah saya terkait institusionalisasi dalam pesantren. Jujur saya kurang siap waktu itu. Kajian tentang institusionalisasi masih kurang saya pahami. Otak serasa buntu saat membaca, terlebih literaturnya berbahasa Inggris. 
Sudah sejak 2017 lalu, saya berusaha meningkatkan skill bahasa Internasional yang satu ini, tapi tetap saja perkembangannya sangat minim. Maka, wajar jika selain kurang memahami teori, saya merasa panas dingin lantaran harus menyampaikan kajian ilmiah dengan bahasa Inggris. 
Tantangannya adalah, penyampaian saya harus bisa dipahami oleh orang-orang, dan menunjukkan bahwa saya benar-benar memahami teorinya. Astaga, dengan bahasa Inggris yang masih rendah perbendaharaan kata dan belepotan berbicaranya, saya mulai ragu apakah saya bisa melakuannya. Terlebih saat melihat wajah-wajah para audiens, terkhusus Professor saya, …

Memanfaatkan Sticky Notes

Tau sticky notes? Kerta kecil-kecil yang bisa ditempelin di mana-mana itu.. Itu berguna banget! Saya sendiri ngerasain bergunanya sticky notes. Dia semacam pengingat gitu. Mengingat diri ini tidak punya pacar atau pasangan hidup, jadi yaa yang bisa bantu ngingetin cukup sticky notes dulu hehe. Sticky notesnya ngga perlu yang gede, kecil aja sudah cukup.

Manfaat luar biasa sticky notes sebagai pengingat bisa bermacam-macam. Saya jelasin, ya!

Sebagai Pengingat Prioritas Pekerjaan. Kalau anda sedang banyak pekerjaan dan tugas tapi bingung mau ngerjakan yang mana, gunakanlah sticky notes! Caranya: a) tulis satu per satu tugas-tugas juga pekerjaan anda di tiap lembar sticky notes. Tulis satu, tempel satu. Silahkan tempel di meja belajar atau mungkin di laptop. Saya biasa di laptop atau di meja belajar. Lebih baik di meja belajar biar lebih rapi, kalau di laptop justru akan mengganggu pekerjaan anda karena terkesan berantakan. Setelah semuanya tertulis dan tertempel, b) tentukan prioritas d…

Pelajaran dari Covid-19

Sudah sejak November 2019, kalau tidak salah, Coronavirus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Awalnya dari Wuhan, eh nyebarnya ke mana-mana. Namanya juga virus, bisa dibawa oleh siapa saja. Orang-orang yang ada di China (meskipun bukan warganegara China) jelas kena lebih cepat. Sayangnya mereka juga ke mana-mana, kan! Wajar kalau nyebarnya cepet. Di Indonesia mungkin sudah ada sejak awal tahun 2020, cuma kayaknya waktu itu masih pada santai, as well as pemerintahnya.

Di Malaysia saat ini kebijakannya adalah MCO (Movement Control Order) yang artinya menahan seluruh aktvitas warganegara, bahkan polisi patroli terus. Warga boleh keluar asal tidak ramai-ramai dan hanya untuk beli keperluan yang penting banget seperti makan, bahan pokok dan obat. Entah di Indonesia seperti apa. Saya memandang kebijakan di Indonesia terlalu dibuat riweh dengan banyaknya istilah. Semacam ada kepentingan-kepentingan di balik kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Nanti deh ngomong soal ini.

Penyebaran Coronavir…

Berbagi di MSPP Batch 3

Anda pasti belum tahu MSPP, kan? Anda perlu memperbarui informasi! MSPP itu akronim dari Muhammadiyah Scholarship Preparation program. Sebuah program besutan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang berkolaborasi dengan Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, Lazismu, juga beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan lain-lain yang dirancang untuk menyiapkan kader-kader Muhammadiyah ke jenjang studi lanjut di luar negeri. Tahun ini, total sudah 3 kali diadakan dan bisa disebut MSPP Batch 3. Program ini khusus memberikan pendidikan bahasa Inggris kepada peserta-peserta kader-kader Muhammadiyah dari seluruh Indonesia di lembaga bahasa UMS dan di Kampung Inggris Pare Kediri, tepatnya di Global English, lengkap dengan uang saku per bulan, asrama dan biaya kursus yang sudah tercover oleh MSPP.

Alhamdulillah, karena saya salah satu alumni MSPP Batch 2, saya diundang untuk ikut meramaikan sesi sharing bareng …

Mimpi dan Kemampuan Meraih Mimpi

Salah satu nasihat ayah saya, dengan beliau mengutip kata-kata dari Bapak Menko PMK RI saat ini, yaitu "Bermimpilah setinggi-tingginya. Toh mimpi itu gratis". Ada juga yang mengatakan, "Meraih mimpi itu harus setinggi-tingginya. Kalau kita tak bisa mencapai langit, setidaknya kita masih tersangkut di ujung pohon kelapa yang tinggi".

Foto di atas adalah pemandangan yang saya saksikan melalui jendela pesawat terbang salah satu maskapai Indonesia dari Penang ke Jakarta. Saya bersyukur banget bisa agak berkali-kali menikmati pemandangan kayak gini. Dulu, mentok-mentok ya naik angkot. Lama-lama tahu bagaimana naik bus. Semakin tahun, saya akhirnya mencoba kereta api. Lalu, masa-masa perkuliahan S1 lah yang membuat saya pertama kalinya menikmati moda transportasi udara, yaitu pesawat terbang. Ini salah satu mimpi, tapi bukan inti.

Semua orang punya mimpi yang beragam. Bahkan, sesederhana ingin tahu rasanya bagaimana naik pesawat terbang. Saya pribadi juga punya banyak m…

Ya Allah, Aku Jatuh Cinta Pada Salah Satu Ciptaan-Mu

Kuakui, berpindah hati dari mantan kekasih memang berat. Kini dia telah hidup bahagia bersama suami dan anak yang sedang dikandungnya. Kurasa proses ini lumayan seru karena membuatku berpetualang mencari tambatan hati yang baru, walaupun memang susah pake banget. Aku sadar bahwa secara visual sangat kurang menarik, apalagi tak memiliki kepintaran yang baik. Dasar Rajih, muka dan kepintaran pas-pasan ini tak membuat pikiran dan hatinya mudah jatuh hati pada perempuan. Banyak perempuan ia temui, tapi belum jatuh hati juga si Rajihnya.

Selama proses melupakan sang mantan, aku banyak menyukai perempuan memang. Tak sedikit aku menyukai mahasiswi, atau bahkan yang menjaga warung kopi. Tapi hanya sebatas suka. Hingga suatu ketika ada seorang perempuan yang membuatku benar-benar jatuh hati lagi setelah sekian lama. Bukan dia yang sengaja membuatku jatuh hati, karena akulah yang jatuh cinta padanya dengan sendirinya.

Apa yang membuat rasa cinta dan sayang padanya tumbuh dalam diriku?

Kuakui, …

Kehidupanku Sebagai Mahasiswa Postgraduate di Universiti Sains Malaysia

Terhitung sejak 1 Desember 2019, aku sudah aktif sebagai mahasiswa Master by Research di Universiti Sains Malaysia. Tepatnya di Pusat Studi Kebijakan dan Internasional (Pusat Penyelidikan Dasar dan Kajian Antarabangsa/Centre for Policy Research and International Studies). Makasih banget buat Rita Widiastutik karena sudah dibantu proses pendaftaran dari nunjukin tempatnya sampai nemenin buat ngelengkapin berkas-berkas plus pembayaran. Gokil banget emang. Terima kasih buanget untuk Widi (panggilan Rita Widiastutik) atas segala bantuannya. Semoga segala cita-cita tercapai dan segera bisa menikah sama Mas Rizal (calonnya dia). Aamiin..

Proses untuk bisa jadi mahasiswa master tuh panjang banget. Nanti kuceritakan di artikel lain.

Meskipun tetanggaan, tapi kuakui, perbedaan negara itu kerasa banget! Mungkin nenek moyangnya serumpun, atau bahkan memang putrabumi Malaysia sama Indonesia itu sebenernya serumpun. Tapi, kerasa banget bedanya. Mulai dari bahasa, mata uang, makanan, suasana, samp…

Ketinggalan Pesawat dan Pikiran Irrasional

Emang bener, ini menandakan kalau aku naik pesawat Malaysia Airnlines. Biasanya dapet in-flight meals, termasuk 2 bungkus snack kecil sama air mineral ini. Karena nggak habis, ya kumasukin tas. Ini kufoto waktu naik kereta menuju Yogyakarta setelah turun di Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan yang kulakukan di awal bulan Desember ini bener-bener memberikan pelajaran dan semakin mengenal diri sendiri.

Ceritanya, aku ketinggalan pesawat saat berangkat ke Indonesia dari Penang.
Aku masih belum terbiasa dengan ritme keberangkatan pesawat, sehingga waktu itu aku berangkat dari asrama Universiti Sains Malaysia ke bandara Internasional Penang 40 menit sebelum keberangkatan pesawat. Tak terbesit di pikiranku bahwa kewajibanku sebelum melakukan flight adalah hadir di bandara dan cetak tiket SATU JAM sebelum keberangkatan. Benar-benar lalai waktu itu. Bagiku waktu itu, yang super panik, keberangkatan pesawat sama halnya dengan keberangkatan kereta api di Indonesia. Tepat 15 menit sebelum jadwal…

Penyakit Tahun Baru

Serba salah sih kalau udah tiba tanggal 31 Desember di setiap tahun. Pasti banyak yang ngajakin malam tahun baruan (meskipun bukan pacar atau pasangan hahaha). Bagiku, bukan tradisi yang baik gitu kalau tanggal 31 Desember harus begadang sampai jam 12 lewat, main kembang api, menikmati keseruan pergantian tahun, dan biasanya juga dengan nuansa bersenang-senang. Hal seperti ini bagiku buang-buang waktu dan uang. Bayangkan, kita perlu beli jagung, ubi, arang, ikan dan ayam mentah mungkin buat dibakar, apalagi kembang apinya (ini the real buang-buang duit sih). Tapi, karena hal seperti itu sangat bisa digunakan sebagai media pemersatu dan semangat kekeluargaan untuk anggota komunitas-komunitas, akhirnya aku harus berkompromi pada diriku sendiri untuk mendukung. Artinya, ada pengecualian bagi diriku untuk setuju pada kegiatan seperti ini yang sifatnya memang bukan hura-hura, karena ada kebersamaannya dan menumbuhkan kekeluargaan. Makanya aku secara pribadi juga tak menegur teman-temanku …