Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Berbagi di MSPP Batch 3

Anda pasti belum tahu MSPP, kan? Anda perlu memperbarui informasi! MSPP itu akronim dari Muhammadiyah Scholarship Preparation program. Sebuah program besutan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang berkolaborasi dengan Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, Lazismu, juga beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan lain-lain yang dirancang untuk menyiapkan kader-kader Muhammadiyah ke jenjang studi lanjut di luar negeri. Tahun ini, total sudah 3 kali diadakan dan bisa disebut MSPP Batch 3. Program ini khusus memberikan pendidikan bahasa Inggris kepada peserta-peserta kader-kader Muhammadiyah dari seluruh Indonesia di lembaga bahasa UMS dan di Kampung Inggris Pare Kediri, tepatnya di Global English, lengkap dengan uang saku per bulan, asrama dan biaya kursus yang sudah tercover oleh MSPP.

Alhamdulillah, karena saya salah satu alumni MSPP Batch 2, saya diundang untuk ikut meramaikan sesi sharing bareng …

Mimpi dan Kemampuan Meraih Mimpi

Salah satu nasihat ayah saya, dengan beliau mengutip kata-kata dari Bapak Menko PMK RI saat ini, yaitu "Bermimpilah setinggi-tingginya. Toh mimpi itu gratis". Ada juga yang mengatakan, "Meraih mimpi itu harus setinggi-tingginya. Kalau kita tak bisa mencapai langit, setidaknya kita masih tersangkut di ujung pohon kelapa yang tinggi".

Foto di atas adalah pemandangan yang saya saksikan melalui jendela pesawat terbang salah satu maskapai Indonesia dari Penang ke Jakarta. Saya bersyukur banget bisa agak berkali-kali menikmati pemandangan kayak gini. Dulu, mentok-mentok ya naik angkot. Lama-lama tahu bagaimana naik bus. Semakin tahun, saya akhirnya mencoba kereta api. Lalu, masa-masa perkuliahan S1 lah yang membuat saya pertama kalinya menikmati moda transportasi udara, yaitu pesawat terbang. Ini salah satu mimpi, tapi bukan inti.

Semua orang punya mimpi yang beragam. Bahkan, sesederhana ingin tahu rasanya bagaimana naik pesawat terbang. Saya pribadi juga punya banyak m…

Ya Allah, Aku Jatuh Cinta Pada Salah Satu Ciptaan-Mu

Kuakui, berpindah hati dari mantan kekasih memang berat. Kini dia telah hidup bahagia bersama suami dan anak yang sedang dikandungnya. Kurasa proses ini lumayan seru karena membuatku berpetualang mencari tambatan hati yang baru, walaupun memang susah pake banget. Aku sadar bahwa secara visual sangat kurang menarik, apalagi tak memiliki kepintaran yang baik. Dasar Rajih, muka dan kepintaran pas-pasan ini tak membuat pikiran dan hatinya mudah jatuh hati pada perempuan. Banyak perempuan ia temui, tapi belum jatuh hati juga si Rajihnya.

Selama proses melupakan sang mantan, aku banyak menyukai perempuan memang. Tak sedikit aku menyukai mahasiswi, atau bahkan yang menjaga warung kopi. Tapi hanya sebatas suka. Hingga suatu ketika ada seorang perempuan yang membuatku benar-benar jatuh hati lagi setelah sekian lama. Bukan dia yang sengaja membuatku jatuh hati, karena akulah yang jatuh cinta padanya dengan sendirinya.

Apa yang membuat rasa cinta dan sayang padanya tumbuh dalam diriku?

Kuakui, …

Kehidupanku Sebagai Mahasiswa Postgraduate di Universiti Sains Malaysia

Terhitung sejak 1 Desember 2019, aku sudah aktif sebagai mahasiswa Master by Research di Universiti Sains Malaysia. Tepatnya di Pusat Studi Kebijakan dan Internasional (Pusat Penyelidikan Dasar dan Kajian Antarabangsa/Centre for Policy Research and International Studies). Makasih banget buat Rita Widiastutik karena sudah dibantu proses pendaftaran dari nunjukin tempatnya sampai nemenin buat ngelengkapin berkas-berkas plus pembayaran. Gokil banget emang. Terima kasih buanget untuk Widi (panggilan Rita Widiastutik) atas segala bantuannya. Semoga segala cita-cita tercapai dan segera bisa menikah sama Mas Rizal (calonnya dia). Aamiin..

Proses untuk bisa jadi mahasiswa master tuh panjang banget. Nanti kuceritakan di artikel lain.

Meskipun tetanggaan, tapi kuakui, perbedaan negara itu kerasa banget! Mungkin nenek moyangnya serumpun, atau bahkan memang putrabumi Malaysia sama Indonesia itu sebenernya serumpun. Tapi, kerasa banget bedanya. Mulai dari bahasa, mata uang, makanan, suasana, samp…

Ketinggalan Pesawat dan Pikiran Irrasional

Emang bener, ini menandakan kalau aku naik pesawat Malaysia Airnlines. Biasanya dapet in-flight meals, termasuk 2 bungkus snack kecil sama air mineral ini. Karena nggak habis, ya kumasukin tas. Ini kufoto waktu naik kereta menuju Yogyakarta setelah turun di Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan yang kulakukan di awal bulan Desember ini bener-bener memberikan pelajaran dan semakin mengenal diri sendiri.

Ceritanya, aku ketinggalan pesawat saat berangkat ke Indonesia dari Penang.
Aku masih belum terbiasa dengan ritme keberangkatan pesawat, sehingga waktu itu aku berangkat dari asrama Universiti Sains Malaysia ke bandara Internasional Penang 40 menit sebelum keberangkatan pesawat. Tak terbesit di pikiranku bahwa kewajibanku sebelum melakukan flight adalah hadir di bandara dan cetak tiket SATU JAM sebelum keberangkatan. Benar-benar lalai waktu itu. Bagiku waktu itu, yang super panik, keberangkatan pesawat sama halnya dengan keberangkatan kereta api di Indonesia. Tepat 15 menit sebelum jadwal…

Penyakit Tahun Baru

Serba salah sih kalau udah tiba tanggal 31 Desember di setiap tahun. Pasti banyak yang ngajakin malam tahun baruan (meskipun bukan pacar atau pasangan hahaha). Bagiku, bukan tradisi yang baik gitu kalau tanggal 31 Desember harus begadang sampai jam 12 lewat, main kembang api, menikmati keseruan pergantian tahun, dan biasanya juga dengan nuansa bersenang-senang. Hal seperti ini bagiku buang-buang waktu dan uang. Bayangkan, kita perlu beli jagung, ubi, arang, ikan dan ayam mentah mungkin buat dibakar, apalagi kembang apinya (ini the real buang-buang duit sih). Tapi, karena hal seperti itu sangat bisa digunakan sebagai media pemersatu dan semangat kekeluargaan untuk anggota komunitas-komunitas, akhirnya aku harus berkompromi pada diriku sendiri untuk mendukung. Artinya, ada pengecualian bagi diriku untuk setuju pada kegiatan seperti ini yang sifatnya memang bukan hura-hura, karena ada kebersamaannya dan menumbuhkan kekeluargaan. Makanya aku secara pribadi juga tak menegur teman-temanku …