Langsung ke konten utama

Pelajaran dari Covid-19

Saya sedang berpose sambil memegang kertas untuk campaign memberi kabar keluarga di rumah kalau kami sebagai pelajar sehat-sehat dan aman-aman saja seama di Malaysia

Sudah sejak November 2019, kalau tidak salah, Coronavirus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Awalnya dari Wuhan, eh nyebarnya ke mana-mana. Namanya juga virus, bisa dibawa oleh siapa saja. Orang-orang yang ada di China (meskipun bukan warganegara China) jelas kena lebih cepat. Sayangnya mereka juga ke mana-mana, kan! Wajar kalau nyebarnya cepet. Di Indonesia mungkin sudah ada sejak awal tahun 2020, cuma kayaknya waktu itu masih pada santai, as well as pemerintahnya.

Di Malaysia saat ini kebijakannya adalah MCO (Movement Control Order) yang artinya menahan seluruh aktvitas warganegara, bahkan polisi patroli terus. Warga boleh keluar asal tidak ramai-ramai dan hanya untuk beli keperluan yang penting banget seperti makan, bahan pokok dan obat. Entah di Indonesia seperti apa. Saya memandang kebijakan di Indonesia terlalu dibuat riweh dengan banyaknya istilah. Semacam ada kepentingan-kepentingan di balik kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Nanti deh ngomong soal ini.

Penyebaran Coronavirus lumayan bikin panik orang banyak, apalagi di Indonesia. Mohon maaf banget, rakyat Indonesia sepertinya literasinya kurang bagus, jadi kalau ada hal-hal menakutkan suka paranoid duluan dan tidak berusaha mencari kebenarannya. Mudah juga percaya dengan kabar burung, bukan kabar yang valid dari sumber terpercaya. Kecemasan ada di mana-mana.

Gini aja deh, biar tidak melulu membahas Coronavirus yang menyeramkan, saya coba memberikan pendapat tentang pelajaran dari penyebaran Covid-19 ini, siapa tahu justru jadi makin adem :) Beriktu pelajarannya:

1. Bumi sedang beristirahat. Lihat kan beberapa tempat di dunia ini yang biasanya ramai banget dengan orang-orang sekarang jadi pada sepi? Bahkan, jalanan jadi sepi, khususnya di beberapa negara yang menerapkan penguncian aktivitas dan akses keluar masuk. Dengan sepinya keadaan, maka alam mampu bernafas sedikit lebih lega. Udara kotor dari kendaraan-kendaraan menjadi sangat berkurang dan berganti menjadi udara segar. Tumbuhan-tumbuhan semakin banyak memproduksi oksigen. Panas di bumi akhirnya berkurang. Jadilah bumi ini bisa relaksasi dengan nyaman. Manusia pun mampu menikmati kesegaran udara yang kaya oksigen.

2. Semakin dekat dengan keluarga.
Bagi yang tempat kerjanya menerapkan work from home, pasti anda akan jadi lebih banyak waktu di rumah. Bukan lebih lagi, tapi memang anda sepenuhnya berada di rumah. Mau tak mau anda bakal memperbanyak aktivitas bersama keluarga. Bertemu dengan mereka, bercanda tawa, bahkan ini merupakan saat yang tepat untuk pendekatan dari hati ke hati, khususnya bagi anda yang mungkin kurang dekat, jarang bertemu dan kurang hangat dengan keluarga. Benar-benar kesempatan emas jika anda memanfaatkan masa-masa work from home ini dengan maksimal. Bersyukurlah, karena banyak saudara kita yang masih belum berkesempatan untuk dekat dengan keluarga di suasana yang nyaman.

3. Mengingat pentingnya menjaga kesehatan
Selama penyebaran Covid-19, banyak sekali pesan kesehatan di mana-mana. Bahkan, kita jadi semakin menjaga diri, meskipun masih banyak juga yang sulit dinasehati untuk menjaga diri dan menjaga kesehatan juga (ngotot buat ngopi, nongkrong). Orang-orang semakin sering mencuci tangan, baju, rajin bersih-bersih rumah (apalagi karena harus stay at home) dan meningkatkan ketahanan tubuh. Rajin mengonsumsi makanan sehat dan olahraga tipis-tipis juga menjadi salah satu aktivitas bagi kebanyakan orang saat ini.

4. Rasa kemanusiaan semakin meningkat
Semakin hari, korban Covid-19 bertambah. Selain itu, ekonomi rakyat melemah. Banyak masyarakat yang semakin sulit memperoleh penghasilan, bahkan tak bisa terhindar dari keharusan untuk tetap keluar rumah demi menafkahi keluarga. Melihat kondisi yang demikian, banyak orang-orang yang secara ekonomi masih mampu mulai bersama-sama membantu menyedekahkan sebagian harta mereka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, juga menyumbang untuk penyediaan alat-alat medis demi kelancara tenaga medis dalam penanganan Covid-19. Diri kita sendiri pun bisa mulai memberikan bantuan, apapun.

Walaupun ada pelajaran-pelajaran yang bisa mengarah ke hal positif, kita tak boleh menutup mata dengan hal-hal kurang baik yang terjadi saat masa-masa penyebaran Covid-19 ini. Hal-hal negatif tersebut seperti kepanikan masyarakat sehingga banyak yang memborong bahan-bahan pokok bahkan kebutuhan medis seperti masker, pemerintah yang kurang tegas dan tanggap, serta banyak masyarakat yang reaksioner dan kurang teredukasi dengan baik sehingga tak sedikit kelompok masyarakat yang menolak kedatangan jenazah pasien Covid-19 lantaran khawatir tertular.

Bagaimanapun kondisinya, mari untuk tetap terbuka pada pengetahuan, menjaga kesehatan, menurunkan ego, dan bekerja sama dengan baik. Kolaborasi yang apik akan mampu menghapuskan Covid-19 dengan lebih cepat. So, tetap optimis, bersyukur dan selalu berusaha menjaga kesehatan demi meningkatnya kekuatan kita dalam melawan Virus Corona. Kira-kira, apa pelajaran yang anda dapat dari peristiwa Covid-19 ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Aku Kuliah di Republik Ceko?

Nggak tahan sudah! Aku ingin membuat postingan soal diterimanya aku di salah satu universitas ternama di Republik Ceko/Czech Republic, yaitu Masaryk University di Brno. Konon, kampus ini sudah berdiri semenjak 100 tahun yang lalu. Namanya diambil dari seorang filsuf dan sosiolog bernama Tomas Garrigue Masaryk. Aku diterima di program Master of Cultural Sociology dengan menggunakan bahasa inggris pada proses belajarnya. Tadinya pengen ngeposting soal ini di instagram atau facebook, tapi khawatir dikira sombong dan pamer. Mending ya kuposting di blog saja, soalnya pengunjung blogku kan hampir nggak ada, LOL! Yang penting bisa kuabadikan. Soal pamer itu urusan nomor seribu sekian.

Ini adalah foto amplop berisi surat penerimaan yang kudapatkan langsung dari Masaryk University Ceko. Ternyata, Letter of Acceptance tidak cukup lewat email saja, tapi juga diposin langsung ke rumah. Sebulan setelah aku dikabarin kalau aku diterima, aku nerima kiriman itu. Yah, seorang ndeso kayak aku, yang ngg…