Langsung ke konten utama

Pertama Kali Berbahasa Inggris di Depan Publik

Merinding ditambah perasaan yang campur aduk bersatu dalam jiwa raga. Ini yang terjadi sampai pada saat saya menyampaikan presentasi tentang kajian ilmiah saya terkait institusionalisasi dalam pesantren. Jujur saya kurang siap waktu itu. Kajian tentang institusionalisasi masih kurang saya pahami. Otak serasa buntu saat membaca, terlebih literaturnya berbahasa Inggris. 

Sudah sejak 2017 lalu, saya berusaha meningkatkan skill bahasa Internasional yang satu ini, tapi tetap saja perkembangannya sangat minim. Maka, wajar jika selain kurang memahami teori, saya merasa panas dingin lantaran harus menyampaikan kajian ilmiah dengan bahasa Inggris. 

Tantangannya adalah, penyampaian saya harus bisa dipahami oleh orang-orang, dan menunjukkan bahwa saya benar-benar memahami teorinya. Astaga, dengan bahasa Inggris yang masih rendah perbendaharaan kata dan belepotan berbicaranya, saya mulai ragu apakah saya bisa melakuannya. Terlebih saat melihat wajah-wajah para audiens, terkhusus Professor saya, Prof. Madya Dr. Mohammad Reevany bin Bustami, yang sudah menaruh kepercayaan pada manusia muda yang masih perlu belajar ini. 

Saat itu, saya tidak sendirian, karena dua senior saya, mahasiswa PhD di bawah supervisi Prof Reevany, juga bertugas menyampaikan presentasi tentang kajian illmiah mereka tentang institusionalisasi, dan dikaitakan dengan topik disertasi mereka. Beliau-beliau adalah Pak Moh. Mudzakkir (Dosen Universitas Negeri Surabaya) dan Mbak Ikomatussuniah (Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten). Dari kami bertigas, hanya saya sendiri yang nampaknya tidak siap. 

Presentasi dimulai dari Pak Mudzakkir, dilanjutkan dengan Mbak Ikomatussuniah. Terakhir baru saya. Pada saat sesi pertanyaan, diskusi banyak tertuju pada topik yang disampaikan Pak Mudzakkir dan Mbak Ikomatussuniah. Yang ditujukan pada topik yang saya bawakan tidak ada sama sekali. Saya lega setengah bingung. Satu sisi saya tidak perlu berpusing ria berusaha memikirkan jawaban atas pertanyaan audiens, di sisi lain saya merasa, "jangan-jangan bahasa yang saya sampaikan tadi kurang bisa dipahami, atau sebenarnya saya menyampaikan sesuatu yang salah, cuma orang-orang sungkan mengingatkan karena khawatir saya malu, dan dan dan lain-lain". 

Memang sih, presentasi beliau berdua berbobot dan berisi banget, terlebih materinya memang menarik. Jadi wajar kalau ini terjadi. Usai diskusi, kami berfoto bersama. Pak Mudzakkir membawakan tentang institusionalisasi peguruan tinggi, sedangkan Mbak Ikomatussuniah membawakan kajian tentang institusionalisasi halalan thayyiban. 

Berfoto bersama setelah diskusi.
Dari kiri: Ketua PPI-USM Alimul Imam, Saya, Pak Mudzakkir, Prof Reevany, Putra Prof Reevany (Syahrial),
Mbak Ikomatussuniah, Pahmi Husein (Pengurus PPI-USM) kebetulan jadi moderator waktu itu

Pelajarannya adalah, saya perlu meningkatkan skill bahasa Inggris saya. Ah, percuma belajar di luar negeri tapi bahasa Inggrisnya hina banget. Harusnya ini kesempatan emas bagi saya untuk meningkatkan skill bahasa Inggris. Dengan skill yang bagus, bicara bisa lancar, memahami literatur juga mudah. Tidak apa-apa, sambil jalan, sambil belajar. Tidak ada kata terlambat. Pelajaran selanjutnya, karena ini presentasi pertama di depan publik dengan menggunakan bahasa Inggris, maka akan datang kesempatan-kesempatan berikutnya bagi saya untuk mempresentasikan hasil kajian ilmiah dalam bahasa Inggris dan sangat wajar jika banyak kekurangan di saat pertama. Pada kesmepatan selanjutnya, saya harus lebih baik lagi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Aku Kuliah di Republik Ceko?

Nggak tahan sudah! Aku ingin membuat postingan soal diterimanya aku di salah satu universitas ternama di Republik Ceko/Czech Republic, yaitu Masaryk University di Brno. Konon, kampus ini sudah berdiri semenjak 100 tahun yang lalu. Namanya diambil dari seorang filsuf dan sosiolog bernama Tomas Garrigue Masaryk. Aku diterima di program Master of Cultural Sociology dengan menggunakan bahasa inggris pada proses belajarnya. Tadinya pengen ngeposting soal ini di instagram atau facebook, tapi khawatir dikira sombong dan pamer. Mending ya kuposting di blog saja, soalnya pengunjung blogku kan hampir nggak ada, LOL! Yang penting bisa kuabadikan. Soal pamer itu urusan nomor seribu sekian.

Ini adalah foto amplop berisi surat penerimaan yang kudapatkan langsung dari Masaryk University Ceko. Ternyata, Letter of Acceptance tidak cukup lewat email saja, tapi juga diposin langsung ke rumah. Sebulan setelah aku dikabarin kalau aku diterima, aku nerima kiriman itu. Yah, seorang ndeso kayak aku, yang ngg…