Langsung ke konten utama

Demam Naruto



Pertama, abaikan rambut yang berantakan ini, meskipun yaa anda pasti memperhatikan karena nampak jelas ya. Hahaha.
Kedua, ini adalah mata sharingan. Jelas bukan betulan, hanya hadil editan dari inisiatif iseng yang tiba-tiba muncul di kepala.

Lima bulan terakhir (kalau tidak salah) saya sedang menikmati perjalanan hidup bocah rubah ekor sembilan, yaitu Naruto. Pertama saya tidak terlalu paham Naruto itu bagaimana. Dulunya, kartun jepang yang saya suka yaitu Doraemon, Ninja Hattori, dan lain-lain. Tambahannya yang saya suka yaitu One Punch Man. Super lucu! Nggak sabar buat nunggu Season 3 nya. Selain kartun, saya juga suka nonton Kamen Rider dan sesekali ke Super Sentai atau Ultraman. 

Eh, kok yaa hal ini terjadi. Saya tuh sengaja langganan Netflix biar bisa belajar bahasa Inggris. Setelah selesai nonton Sherlock, kok rasa bosan mulai muncul. Saya coba iseng nonton One Punch Man lagi (adanya yang Season 1 kalau di Netflix). Kebosanan semakin menjadi-jadi karena sudah paham ceritanya. Kecuali kalau ada jeda sebulan gitu, saya mungkin merindukan beberapa adegan kocak di film Sherlock, MIB atau di kartun One Punch Man season 1. Lalu saya coba mencari-cari kartun yang mungkin seru. Muncullah Naruto. Semua orang paham Naruto. Tiba-tiba rasa penasaran saya muncul.

Pean-pelan saya tonton, ternyata SERU! Hey, ke mana aja saya selama ini? Kenapa baru sekarang saya mengerti cerita sebagus ini. Ceritanya keren, seru, lucu dan panjang. Meskipun ada sedikit bagian yang khusus untuk konsumsi orang dewasa, juga tak selalu ceritanya jalan terus gitu, karena kadang ada fillernya. However, overall it's amazing! Saya masih nonton Naruto Shippuden sekarang. Episodenya banyak banget sekaligus seasonnya! Naruto yang waktu kecil aja ada 9 season. Ini ada belasan seingetku. Episodenya sampai 400an gitu. Belum nonton yang Boruto (anaknya Natuto). Hahaha. Tapi masih saya lihatin jalan ceritanya. Sekarang saya masih nonton episode Perang Dunia Shinobi ke-4 yang awal-awal, ketika kloningan Zetsu putih pada nyamar dan masuk ke pasukan. Ngeri!

Pokoknya saking saya kagum dengan cerita Naruto, sampai saya bikin editan sharingan di foto saya yang di atas. Saya tertarik dan sampai hafal dengan nama-nama tokoh terkenal Uchiha dari Madara sampai Sasuke, bahkan Sarada (anaknya Sasuke). Kesukaan saya dengan sharingan membuat saya mengedit foto dan jadilah foto di atas itu. Hahaha. Mungkin ini proses menuju demam Naruto. Setiap kali main gitar dan saya update di instastory, saya sering menyanyikan lagu-lagu opening atau ending di Naruto. Bahkan, untuk merefresh otak, saya malah lebih suka memutar lagu-lagu tersebut. Malah saya suka juga dengan lagu backsoundnya Akatsuki yang serem itu. Hahahaha. Lagunya Pain juga serem. Cari saja di YouTube, pasti ketemu!

Ya! bagi anda yang belum tahu Naruto, silahkan tonton saja. Saya menemukan banyak nilai persahabatan di kartun ini. Selain itu, prinsip dan harga diri juga dimunculkan di dalamnya. Bahkan, perihal kesetiaan baik kesetiaan pada negara, desa, kelompok atau dengan pasangan juga kelihatan banget di sini. Bayangin aja, seorang Sakura, bisa suka sama Sasuke selama bertahun-tahun lamanya sejak masih anak-anak. Padahal Sasuke tuh jadi jahat untuk rentang waktu yang lama. Uniknya, Sakura masih cinta dan nggak menyerah. Apalagi naruto yang pantang menyerah buat menyadarkan sahabat sejatinya itu. Unik gitu. Misal orang tuanya Naruto, yaitu Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki, mereka berdua jatuh cinta sejak mungkin umur 13 tahun. Tapi bisa langgeng sampai menikah dan sampai mati. Hal ini terjadi di semua tokoh di Naruto. Nggak ada tuh selingkuh. Hahaha.

Itulah yang saya tangkap dari Naruto. Meskipun banyak yang kurang pantas ditiru seperti sedikit hal-hal kurang sopan, kata-kata kasar, dan juga perilaku kurang bagus lain. Untuk anak kecil jelas kurang bagus karena banyak berkelahinya juga, selain hal-hal yang saya sebutin di kalimat sebelumnya. Khawatirnya ntar anak kecil niruin. Kan mereka masih belum paham dan membedakan mana dunia nyata dan mana dunia kartun. Begitulah!

Terima kasih!
Apakah anda juga suka Naruto? Ceritakan pengalaman dan apapun yang anda dapatkan ketika menonton Naruto, ya!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Ke Gontor Putri 3

Owh.... Jum'at siang itu.....


Aku berangkat menuju tempat adik2ku berjuang. Di Gontor Putri 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi. Jauuuuhh..... Puol... Yah... aku ingin melihat keadaan adikku di sana. Semoga mereka baik2 saja dan mereka bisa belajar dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang sangat banyak. Mumpung hari2 ini masih kosong dan para santri sedang belajar untuk persiapan ujian tulis, ya... kenapa nggak. Sama, di gontor putri juga sedang hari2 belajar dan belum memulai untuk ujian. Perjalanan sungguh jauh. Aku sendiri masih mikir2 sebelum berangkat gara2 saat itu aku dalam keadaan seperempat sakit kepala. Sakit kepalanya nih, sisa dari sakit kepala 2 hari yang lalu yang pas sebelum UAS (seperti yang kuceritakan sebelumnya). Ok lah! Bismillah. Yakin semua akan baik-baik saja. Everything is Gonna be Okay!. Sebelum berangkat aku makan sop kikil dulu di warung lalu naik bis. Perjalanan dimulai....
Pertama naik, untung ada tempat duduk. Tapi, yang duduk di depanku nyalain AC. W…

Pengangkatan mudabbir

note : mudabbir: Pengurus di pondok gontor yang diambil dari kelas 5
rayon : Asrama

Tanggal 15 syawwal 1430 h / 4 Oktober 2009 m

Hehehe..... pengangkatan mudabbir. adalah suatu acara yang ditunggu2 oleh segenap siswa kelas 5. Gimana nggak lha wong itu yang menentukan dia tuh jadi pengurus atau jadi pengangguran gak punya kerjaaan selain ke Masjid dan Insya Allah cuma itu dan gak ada kerjaan lain... tapi beda dengan orang yang otaknya encer dia akan memanfaatkan waktukosong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Waktu itu aku bareng temen2 ITQAN berangkat bareng dari Gedung Tunis Lantai 2 ke masjid Lantai dua dengan menggunakan baju putih, peci dan celana hitanm serta tak lupa buku tulis dan pena tentunya. Saat yang mendebarkan... Hatiku bertanya2 aku jadi mudabbir ga ya?? kalo iya mudabbir rayon mana??? sedangkan aku sekarang duduk di kelas 5R . Rasanya ga mungkin aku jadi Mudabbir karena untuk memungkinkan jadi Mudabbir itu kelas B sampai N. Dibawah itu proletar semuanya. tah…

Beberapa moment yang terlewat....

Foto 1 : Saat rekan konsul saya sedang merencanakan suatu acara, kami mesti berkumpul di suatu tempat agar mudah menyetarakan pendapat serta menyelesaikan kendala-kendalanya. Saat saya kelas empat KMI, tempat yang paling sering kami gunakan untuk berkumpul adalah rumah salah satu dari rekan konsulat malang yaitu Hirzul. Tapi, sekarang sudah tidak lagi karena ada beberapa masalah, akhirnya tempat berkumpul berpindah ke rumah Hisyam.


Foto 2 : Hmmm..... Indahnya kota Kediri memang tak seindah Kota Malang. Tapi, apa salahnya jika saya berkunjung ke pusat Kota ini. Saat itu, saya sedang menemani teman untuk suatu keperluan. Karena waktu Sholat Ashar sudah masuk, kami mencari masjid untuk Sholat. Ketemulah Masjid Agung Kediri. Bangunannya yang mega membuat saya terkagum-kagum sampai2 saya sempat mengambi gambar di masjid ini. Dari masjid ini saya bisa melihat ramainya jalan raya yang tiada habis dengan kendaraan serta alun-alun yang tak pernah kosong dengan pejalan kaki dan pedagang kaki …