Pengalaman Seleksi Wawancara MSPP

 

Saya ingin sedikit berbagi tentang pengalaman menjalani seleksi wawancara saat mendaftar beasiswa MSPP (Muhammadiyah Scholarship Preparation Program) pada Batch 2 beberapa tahun lalu. 

Jika anda belum tahu tentang MSPP, silahkan baca tulisan saya di sini.

Seleksi wawancara ini dilakukan setelah lolos seleksi berkas. Tentu ada pengumuman kalau kita lolos di tahap tersebut. Setelahnya, ada pengumuman waktu untuk wawancara, dan sudah dibagi ke beberapa kelompok. Maksudnya kelompok wawancaranya, karena yang lolos berkas kan juga banyak.

Wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris, jadi kita harus siap untuk bercakap-cakap menggunakan bahasa internasional tersebut. 

Berikut adalah, kurang lebih seingat saya, isi dari wawancaranya:

1. Perkenalan diri singkat (agak-agak lupa sih sebenernya)

2. Motivasi ikut MSPP

3. Seinget saya ada pertanyaan tentang aktivitas di Muhammadiyah. Karena saya aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yaa saya jawab demikian

4. Rencana ke depan setelah MSPP selesai

5. Aktivitas sekarang dan bersediakah untuk sementara meninggalkan aktivitasnya agar dapat mengikuti program MSPP selama 3 bulan

6. Kampus dan negara tujuan

Kira-kira begitu sih. Saya dulu menjawabnya, jujur saja, seada-adanya yang ada dalam benak saya. Bener-bener tanpa persiapan teks dan lain-lain, karena bagi saya, ini adalah jawaban dari hati. Lagipula, kalau mau saya persiapkan jawabannya dalam bentuk teks, nanti malah saya merasa tidak natural, juga saya tidak sempat mempersiapkan teks untuk menjawab soal-soal dalam wawancara tersebut, toh saya tidak punya gambaran nanti akan ditanya apa saja.

Fakta menarik: Saat hari wawancara, saya sedang melanjutkan mengurus KK ke Dispenduk Kabupaten Malang di Kepanjen. Ketika tiba jam wawancara, rasanya campur aduk. Pertama, karena deg-degan sebelum wawancara. Kedua, saya sedang fokus dan was-was sama panggilan antrean, soalnya waktu itu saya sedang antre untuk dipanggil petugas Dispenduk dalam urusan detil pembetulan KK. Fokus saya terpecah. Saya khawatir kalau nantinya dua-duanya bakal terjadi bersamaan, yaitu nama saya dipanggil petugas dan HP berdering tanda pewawancara MSPP menghubungi saya.

Kekhawatiran tersebut betulan terjadi. Ya sudah, saya menerima panggilan wawancara MSPP saja, soalnya kalau yang MSPP ini, hari-hari sebelumnya sudah diwanti-wanti untuk mengosongkan jadwal di jam wawancara. Apa daya saya tidak bisa bener-bener ngosongin jadwal. Bisa sih, tapi nanti orang tua saya bakal marah karena urusan administrasi saya tunda. Maklum, beliau-beliau ingin saya jadi orang yang tak menunda-nunda, karena perkara berkas ini dari kemarin-kemarinnya tertunda terus. Akhirnya tetap saya ikuti wawancaranya, meskipun dengan agak panik. Usai wawancara, saya mendatangi petugas untuk memastikan nama saya, dan bener, tadi nama saya memang sudah dipanggil. Untung saya bisa langsung lanjut ngurus berkas saat itu juga. Tidak perlu antre panjang lagi.

Jujur, setelah urusan berkas di dispenduk selesai, saya merenung. Kok bisa ya gue wawancara di saat panik kayak tadi. Hahaha. Ternyata, gue nggak buruk-buruk amat. Suasana panik, pakai bahasa Inggris pula. Sungguh sebuah kesyukuran. Hasilnya, alhamdulillah saya lolos jadi awardee beasiswa MSPP Batch 2. 

Pengalaman saya lebih lengkap mengenai proses di MSPP bisa anda simak di Channel YouTube saya, atau di Podcast Rajih Bersenandung Episode 4

Jika ada yang ingin didiiskusikan, monggo ya..

Komentar