Vaksin Covid-19 di Malaysia

Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya dapat giliran untuk divaksin dosis pertama. Bersyukur banget. Salah satu usaha untuk mencegah diri dari terinfeksi Covid-19. 

Tanggal 3 September lalu, jam 10 pagi, pada saat saya sedang mempersiapkan teknis untuk streaming video dengan beberapa mahasiswa internship di Pusat Studi saya, tiba-tiba ada telepon masuk. Ternyata petugas vaksinasi yang telpon. Saya diminta untuk datang ke tempat vaksinasi di kampus saya, Universiti Sains Malaysia. Akhirnya, persiapan teknis saya tunda dan langsung meluncur ke tempat vaksin.

Seperti yang saya duga, sungguh teratur prosesnya. Teratur karena benar-benar tidak yang bergerombol, terjadwal dengan baik, langkah demi langkahnya juga jelas, petugasnya juga senang hati menunjukkan langkah-langkah selanjutnya. Pokoknya bener-bener asyik deh mengikuti alurnya. Jadi tenang dan aman gitu kalau mau vaksin, karena nggak rebutan. Apalagi proses vaksinasi ini tersistem juga, salah satunya adalah dengan aplikasi MySejahtera. Ini adalah mobile apps di Malaysia yang biasanya dipakai untuk check-in di tempat publik dan untuk mendaftar vaksin, bahkan ada info update angka kasus Covid-19 juga. 

Begini proses yang saya jalani dari awal banget:

1. Tahun 2020, saya install aplikasi MySejahtera untuk check-in di tempat-tempat publik

2. Tahun 2021, kalau nggak salah bulan Maret atau April gitu, saya baru tahu kalau aplikasi MySejahtera bisa dipakai untuk daftar vaksin. Bulan Juni awal, saya coba untuk daftar. Beberapa teman-teman mahasiswa juga pada daftar

3. Setelah daftar dan mengisi form di aplikasi, saya tinggal tunggu saja jadwalnya. Lama juga sih. Tapi akhirnya saya dapat jadwal tanggal 3 seperti di atas. Dapet giliran vaksin, saya langsung berangkat.

4. Saat mau masuk parkiran, saya ditanya satpam apakah saya dapat jadwal vaksin di aplikasi MySejahtera apa nggak. Setelah saya tunjukkan, saya dipersilahkan masuk untuk parkir dan segera menuju pintu masuk. 

5. Di pintu masuk juga dipastikan lagi apakah saya dapat jadwal apa tidak. Lalu, scan barcode dan masuk ke ruangan sembari dicek lagi jadwal vaksin saya, serta ditanyain apakah saya vaksin dosis pertama atau kedua. Saya jawab pertama dong. Lalu ditunjukkan di mana saya harus duduk.

6. Setelah duduk di tempat yang ditunjukkan, saya diminta untuk isi form persetujuan vaksin

7. Form saya tunjukkan ke petugas sekaligus paspor, lalu diarahkan ke semacam petugas pendataan gitu, karena isinya memastikan identitas saya dan mencocokkan dengan paspor, dll.

8. Pendataan selesai, saya diarahkan ke dokter. Beliau menjelaskan kalau vaksin nantinya mungkin ada beberapa efek samping dan berkata agar saya tidak khawatir karena itu adalah hal biasa. Pokoknya gitulah sepenangkapan saya haha. Saya bilang juga sih kalau ada alergi. Dokter memaklumi. Beliau berkata, untuk berjaga-jaga, nanti setelah suntik vaksin, saya diminta untuk menunggu selama 30 menit untuk memastikan apakah efek dari vaksin menyebabkan sesuatu yang tak diinginkan seperti sesak napas parah dll. Saya mengiyakan, dan segera menuju tempat selanjutnya.

9. Saatnya vaksin! Saya masuk ke bilik khusus untuk suntik vaksin. Di dalam sudah menunggu dua petugas yang akan menyuntik dan saya disambut dengan senyuman ramah. Dia menuliskan namanya di berkas yang saya bawa, menunjukkan suntikan yang isinya berisi cairan vaksin, mengatakan vaksin apa yang akan saya dapat, dan membuat suasana agar saya tidak takut dan tetap santai. Tak terasa, akhirnya saya sudah disuntik.

10. Saya diarahkan untuk menunggu 30 menit. Ada petugas yang mengarahkan saya untuk menunggu di tempat duduk khusus dan memberikan saya nomor panggilan. So, saya menunggu sampai ada panggilan nomor tersebut.

11. 30 menit tak terasa, akhirnya nomor saya dipanggil ke salah satu counter. Alhamdulillah tak terjadi sesak napas dan hal-hal lain. Rasa agak pegal juga masih belum. Petugas di counter memberikan penjelasan tentang jadwal vaksinasi selanjutnya, apa yang harus saya lakukan apabila terjadi pusing, dan saya tanya-tanya tentang kemungkinan pantangan makanan juga. Setelah itu, saya boleh pulang.

12. Ternyata hari itu ada beberapa teman-teman saya, mahasiswa Indonesia, yang dapet vaksin juga. Jadinya yaa kami foto bareng. Foto di atas adalah foto selesai vaksin. Rambut masih gondrong hahaha.

Begitulah rangkaiannya. Selanjutnya saya akan vaksin dosis kedua di tanggal yang telah ditentukan.

Tempat saya vaksin, ada di dalam kampus tempat saya kuliah, di USM, Penang

Sebenernya kebetulan pemerintah sedang mempercepat vaksinasi untuk pelajar dan mahasiswa karena dalam waktu dekat, aktivitas kuliah di kampus akan dibuka lagi.

Semoga kita tetap aman dan sehat selalu, ya!

Komentar