Berlomba dapat Tempat di dalam Masjid

Sebuah kesyukuran ketika kondisi sudah memungkinkan untuk bisa beribadah. Bagi saya dan banyak kawan di sini, karena muslim, kami bahagia sekali ketika pemerintah Malaysia dan manajemen masjid kampus sudah membolehkan untuk berjamaah di masjid, khususnya Sholat Jum'at. So, ketika bisa jama'ah di masjid, kami dengan sukacita pergi ke masjid.

Namun, tentu saja pelaksanaan sholat tetap menerapkan protokol kesehatan. Ketika Sholat Jum'at, karena jumlah jama'ahnya juga meningkat, maka pelaksanaan protokolnya juga diperketat. Bahkan, pengurus masjid akan benar-benar memastikan bagi jama'ah yang ingin dapat tempat di dalam masjid untuk menulis nama dan cek suhu sebelum masuk. Biasanya memang begitu karena sholat jum'at kan di siang hari, cuacanya panas, dan karena jamaahnya membludak, plus penerapan sholatnya harus berjarak, jadinya masjid tidak cukup. Jika terlambat dan tidak kebagian tempat di dalam dan di teras masjid, yaa mau tidak mau sholatnya di bagian paving yang panas banget dan terkena langsung terik matahari. Atau mungkin dapat di sekitaran masjid yang teduh, tapi bagi jamaah yang sangat terlambat pasti tidak kebagian juga. 

Sholat Jum'at di Masjid Al-Malik Khalid Lantai 2
Tetap dengan menerapkan protokol kesehatan

Saya sering banget terlambat. Hehe, maklum, imannya lemah banget. Tapi, saya coba perbaiki dan datang ke masjid lebih awal, sehingga saya bisa kebagian tempat di dalam masjid yang lebih sejuk, karena ber-AC dan langsung dengar khutbah dari khotib. Foto di atas adalah antrean jamaah yang ingin masuk masjid. Jika masih ada antrean, artinya, tempat di dalam masjid masih ada. Jika sudah mau habis, pengurus masjid akan langsung menghitung berapa orang yang bisa masuk dan meminta sisa antrean untuk tidak berdiri di antrean lagi karena kuotanya sudah ditutup. 

Dalam hal ini, berlomba saya akhirnya dapat dua. Berlomba mendapat tempat yang lebih afdhol dalam beribadah, dan juga dapat tempat yang sejuk. Hehe, tapi jadi pengalaman menarik. 

Btw, ini adalah masjid satu-satunya di kampus saya. Masjid besar. Namanya Masjid Al-Malik Khalid. Konon, pembangunan masjid ini dulunya merupakan sumbangan dari raja arab saudi. Biasanya saya dapat tempat di lantai dua. Alhamdulillah banget.

Komentar