Akhirnya Kopi Darat Pengurus IMM Malaysia 2022-2024


Akhirnya setelah menjadi pengurus sejak bulan februari lalu, saya dan teman-teman pengurus Pimpinan Cabang Luar Negeri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malaysia bisa kopi darat, meskipun kami masih belum dilantik ya, hehe. Biasanya koordinasi cuma lewat online, eh tiba saatnya untuk bertatap muka dan berbagi cerita secara langsung, meskipun tidak semuanya.

Ceritanya, pada hari Minggu, 27 Maret 2022 lalu, ada acara pelantikan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Penang Malaysia di daerah Tanjung Tokong, Penang. Untuk menyukseskan acara tersebut, rombongan rame-rame Bapak Ibu Pimpinan Cabang Istimewa Muhamamdiyah dan Aisyiyah Malaysia berangkat dari Kuala Lumpur ke sini, Penang. Perjalanan selama 6 jam ditempuh untuk bisa sampa Penang. Nah, mumpung ada momen ini, teman-teman pengurus IMM Malaysia yang di Kuala Lumpur pada ikutan. 

Malam sebelum pelantikan, kami sempat silaturahmi bersama di kedai Nasi Kandar Beratur. Itu adalah kali pertama saya ke warung nasi kandar ini. Bener-bener antre puanjjaang banget, dan hampir sejam.

Di antara yang ikut, ada Aunillah Ahmad, Ketua Umum IMM Malaysia periode ini, juga ada Shidqi Mukhtasor, cendekiawan dan filsuf muda yang hobi banget membaca & diskusi. Fyi, Aunillah Ahmad (di foto berdiri di tengah sebelah saya) adalah putra dari Alm. Pak Nadjib Hamid, tokoh Muhammadiyah di Jawa Timur. Liat aja wajahnya, mirip banget sama bapaknya, kan? hahahahaha.

Ada satu orang yang kedatangannya lumayan kocak. Namanya Mansurni Abadi, salah satu pengurus IMM Malaysia juga. Dia datang dari Kuala Lumpur bukan naik bus, pesawat atau transportasi umum lain. Bayangin, dia ke Penang ikut Truk yang bawa muatan untuk suplai barang ke beberapa supermarket di Penang. Okelah kalau cuma sekadar ucapan. masalahnya, ini beneran lho. Hahahaha. Teman-teman pada ketawa aja denger cerita ini. Adi (panggilan Mansurni Abadi) datang saat agenda tengah berlangsung. Datang-datang pakai baju PDH PPI malaysia warna biru. Itu adalah pertama kalinya saya ketemu Adi.

Selain pengurus, ada juga teman-teman anggota IMM Malaysia yang ikut, seperti Mbak Amalia, Karina Erianti, Siddiq Sipahutar dll. Bahkan ada juga senior yang juga aktif di pimpinan cabang istimewa aisyiyah malaysia, yaitu Mbak Nurul.

Usai pelantikan Pengurus PRIM Penang, kami sempat foto-foto bareng. Salah satunya adalah foto di atas. Saya sebutin yaa siapa aja yang ada di foto. Dari yang bawah kiri dulu, ada Mbak Octafa Nuha, lalu di sebelahnya ada Mbak Amalia. Lalu, dari kiri atas: Mansurni Abadi, Pak Zulfan Haedar, saya sendiri, Aunillah Ahmad, Ahmad Shidqi Mukhtasor, Ikhwan Fauzi, Siddiq Sipahutar dan Fakhri Abrar.

Foto bersama usai agenda pelantikan PRIM Penang
Dokumentasi oleh Panitia


Oh iya, tentang PRIM Penang, ini adalah kali pertama PRIM di Penang didirikan. Meskipun sebelumnya sudah ada komunitas Muhammadiyah di Penang, tapi komunitas ini tidak masuk ke struktur kepengurusan di Muhammadiyah. Konon, dulu dakwah Buya Hamka sampai ke Penang dan melahirkan komunitas Muhammadiyah di Penang. Kalau tidak salah sudah ada sejak 1952. Sedangkan Pimpinan Ranting di Penang yaa baru kali ini berdiri. So, ini momen bersejarah banget. Saat ini diketuai oleh Pak Dimas dan Sekretaris Umumnya adalah Pak Siyat Said.

Komentar